Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
2019, Ubud Masih Potensi Kuliner Tradisional – kabarbali.id
Food

2019, Ubud Masih Potensi Kuliner Tradisional

Pesona Ubud memang selalu berbeda, perjalanan dari Denpasar hanya ditempuh 1 jam dari Bandara I GST Ngurah Rai. Ngomongin Ubud tentu tak bisa dipisahkan begitu saja dengan kuliner.

Baca Juga : 

Meski identik dengan olahan bebek Arief Wibowo selaku Chef Exekutif Tejaprana Resort and Spa Ubud memiliki keyakinan dengan menu tradisional lainnya. Ia tidak menampik jika tahun 2019 kuliner tradisional masih akan memdominasi kuliner di Ubud. “Kuliner ini sangat kuat namun kami akan mencoba membuat inovasi lainnya,”ucap chef asli Pekan Baru ini. Kamis, (13/12).

Ditanya terkait potensi kuliner lain, chef yang akrab disapa Bowo ini menerangkan bukan tidak mungkin potensi kuliner seperti western atau chenese untuk dikembangkan namun menurutnya Ubud telah melekat dengan tradisional food. “Wisatawan ke Ubud ya pasti tradisional food yang dicari,”pungkasnya.

Ditahun 2019 nanti pihaknya pun akan memberikan sebuah kejutan terkait kuliner yang akan disajikan meski tidak jauh dari bahan dasar bebek. “Kami tak mau melawan arus terlalu keras, intinya kamu bermain inovasi dan resep,”jawabnya.

Bowo pun memberikan tips sederhana untuk siapapun yang ingin memasak bebek, ia mengatakan memasak bebek itu gampang-gampang susah perlu ketelatenan dan kesabaran. Memasak dengan api sedang selama kurang lebih empat jam adalah tips pertama dan yang dianjurkan lagu dengan pemilihan bumbu yang tepat juga akan berpengaruh pada tahap akhir. “Daging harus benar-benar bersih dan harus hati -hati juga mengolahnya agar tidak menjadi alot teksture dagingnya,”tutupnya. (Red/Mik0