Pandangan Tradisi Mesangih dari Kaca Mata Ahli Kesehatan – kabarbali.id
Health kabar Utama

Pandangan Tradisi Mesangih dari Kaca Mata Ahli Kesehatan

kabarbali.id  –  Metatah atau Mesangih adalah salah satu tradisi Bali yang sudah ada sejak dulu. Tradisi ini dilakukan ketika seseorang beranjak remaja dan/atau orang yang sudah dewasa.

Dibeberpa kesempatan, tradisi ini juga dikenal dengan istilah Mepandes. Upacara yang dilakukan oleh umat hindu ini memiliki makna untuk mengurasi Sad Ripu yang sudah ada di dalam diri manusia sejak lahir. Sad Ripu adalah enam jenis musuh yang ada/timbul dari sifat-sifat  perbuatan yang tidak baik dalam diri manusia seperti Kama (sifat yang penuh nafsu), Lobha (sifat loba dan serakah, Krodha (sifat kejam dan pemarah), Mada (sifat mabuk-mabukan dan kegilaan), Moha (sifat bingung dan angkuh) dan Matsarya (sifat irihati dan dengki).

Proses metatah biasanya dilakukan dnegan dua cara yakni secara mandiri atau masal. Seperti yang diselenggarakan oleh  Paguyuban Widya Swara di Grya Gede Manik Uma Jati Kepaon. Kamis, 29 Maret 2018.

Jro Mangku drg Made Budiarsana menuturkan jika dalam melakukan proses memotong gigi itu tidak sembarangan dilakukan karena akan menimbulkan efeksamping jika salah melakukannya. Efek samping yang dimaksudkn adalah terbuangnya lapisan enamel dimana jika lapisan ini terbuang maka lapisan di bawahnya akan terlihat.

“Nah harus benar melakukannya karena lapisan di bawah enamel, yaitu dentin, tidaklah sekeras enamel dan itu terdiri dari pori-pori yang terdapat banyak ujung syaraf di dalamnya. Jika salah hal ini dapat menyebabkan  masalah pada kesehatan,”kata pria yang juga seorang ahli kesehatan gigi ini, saat ditemu seusai kegiatan.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan jika gigi para peserta yang ikut Metatah Masal kurang lebih di potong kurang dari 2 mm. Menurutnya pelaksanaan  ini bukan menonjolkan  estetika dan ia ia mempersilahkan lebih lanjut berkonsultasi dengan dokter ortodontis untuk membicarakan estetika. “Ini hanya symbol, jika ngomongin estetika harus ke ahlinya agar sesuai aturan,”ucapnya.

Dia juga menegaskan jika dalam kegiatan itu dirinya benar-benar memperhatikan sisi kesehatan dan kebersihan seperti higienitas alat-alat sangging dan pemberian  disinfektan serta memperbanyak jumlah alat.(GDE/FIK/RED)

Comments

comments

Related Posts