Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Broken Radio : “Jengah” di tahun 2016 – kabarbali.id
Kabar Seni Kabarbali.id

Broken Radio : “Jengah” di tahun 2016

foto by kabar portalKabraportal.com – Memang benar untuk mewujudkan sesuatu itu perlu perjuang, sama halnya seperti band asal gumi serombotan – Kelungkung, Broken Radio, akhirnya setelah berhasil menaklukkan berbagai ringtangan dalam proses pengerjaan album terbaru mereka, tepatnya 3 Februari 2016 dan berlokasi di Wr. Tresni Renon – Denpasar, secaraa resmi meluncurkan album terbaru mereka yang diberi tajuk “JENGAH”.

“Kenapa Jengah ? ya ini sebenarnya gambaran dari perjalanan band kita, kita sebenarnya sudah persiapkan dan rampung 3th yanglalu, Cuma karena ada sesuatu dan lain hal mengganjal, ya astungkara di tahun 2016 ini baru kita keluarkan”, ungkap Sandhi sang vocalist.

Band yang terbentuk sejak 21 April 2011 ini, masih diperkuat oleh  Sandhi “Sandhi” Saputra (gitar vocal), Wah Alit (drum), jung “balock” ning (bas), mengaku di album kali ini Broken Radio lebih dewasa dalam mengemas album “Jengah” ini,  jika dibandingkan dari album pertama yakni album Tusing Menyerah pada tahun 2011 lalu. Disinggung soal video klip, Sandhi mengatakan lagu kutakanafeesinyaka akan menjadi lagu perkenalan sebelum lagu jengah.

“Sebenarnya untuk video clip sendiri sudah rampung sebanyak 7 video, dan dalam pengerjaan video clip ini juga banyak di bantu oleh Visual Room dan IS Cinema, nanti kita akan luncurkan yang pertama adalah  kutakanafeesinyaka dan dilagu ini juga sekalian memperkenalkan kembali jika Broken Radio, sudah kembali untuk meramaikan belantika music Bali”, Ungkap Balock sang pembentot Bass.

Album yang cukup banyak melibatkan musisi Bali ini, berisi 9 lagu ditambah 1 musik instrumen di bagian awal, dan untuk pemasarannya sendiri di ungkapkan hanya sebatas door to door dan online saja, sementara CDnya sendiri hanya di cetak sebanyak 500 keping. Ditanya seputaran proses rekamannya, Sandhi menjelaskan “lebih banyak dibantu oleh , Sitangsu Studio ( made jani ), dan untuk proses take drum, gitar dan lainnya itu kita ambil di teman-teman lain takenya seperti Sila Home Studio salahsatunya.

Ditambahkan oleh Wah Alit “ ya semoga kedepannya, setelah lounching album kami ini, music tidak lagi sekedar menjadi hobby semata melainkan pekerjaan, dan untuk para pecinta music terutama lagu Bali, ya diharapkan untuk lebih arif lagi dalam menghargai karya musisi Bali”.KP-GAP