Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Dria Raba Hibur Peonton Rare Bali Festival – kabarbali.id
Peristiwa

Dria Raba Hibur Peonton Rare Bali Festival

Kemeriahan hari pertama Rare Bali Festival (RBF) ke 3 sangat jelas terlihat meski sempat diguyur hujan sejak pagi hingga menjelang sore hari dan perhatian mulai tertuju pada penampilan Yayasan Dria Raba Denpasar yang beralamat di Jalan Serma Gede No. 11. Bertempat di Lapangan Timur, Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Sabtu (18/8).

Baca Juga : Ketog Semprong, Komunitas dan Musik Untuk Negeri

Dria Raba membawakan empat lagu yang sukses membuat penonton berdecak kagum. Band yang seluruh personelnya merupakan anak disabilitas ini rata-rata berusia antara 9 sampai 15 tahun. Meski memiliki kekurangan fisik, mereka tampil memukau di atas panggung.

“Mereka membawakan lagu bebas mulai dari Indonesia Jaya hinga Terima Aku Apa Adanya,”ucap Made Suyasa, selaku ketua Yayasan Dria Raba. Sabtu (19/8).

Dia menerangkan jika band tersebut diberinama Ceria Band  dan dilatih oleh volentir dari salah satu gereja di Bali. “Kami melakukan latihan lebih banyak diluar sekolah, sebab di luar sekolah lebih banyak dan leluasa untuk berlatih,”katanya.

Disisi lain, Putu Riko Ardy Pratama selaku Ketua Forum Anak Denpasar mengakui jika pihaknyasengaja mengundang anak-anak termasuk dari  kalangan disbalitas, sebagai apresiasi dan memberikan ruang untuk unjuk kebolehan.

“Ini ruang untuk mereka berkreasi dan unjuk kebolehan. Dan panggung RBF kita tampilkan kalangan Dria Raba, Tari Galang Bulan dari SLB 2 Denpasar, ada  teater Loak dari SMP Negeri 4 Denpasar, Kiki bagus banyolan anak-anak, seriosa duo dan pop solo Dwijendra, “

Berbagai kegiatan mengisi kegiatan RBF selama dua hari mulai dari lomba nyanyi, lomba mading, lomba daur ulang sampah, hingga lomba mewarnai yang diikuti oleh anak-anak TK, SD dan SMP se-kota Denpasar. (Red/Mik/Dee)