Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
D’Story, Ini Cara Kita Melestarikan Tradisi Bali – kabarbali.id
Kabar Seni Kabarbali.id

D’Story, Ini Cara Kita Melestarikan Tradisi Bali

Kabarbali.id (Denpasar) – Banyak cara yang bisa dilakukan dalam upaya memperkenalkan dan menjaga tradisi yang ada, tak terkecuali lewat musik. Seperti yang dilakukan oleh band yang satu ini.

D’Story adalah salah satu band yang melakukan hal tersebut, melalui single terbarunya yang berjudul Mekotekan, band yang bermarkas di Denpasar itu sengaja memilih tradisi mekotek sebagai objek mereka dalam berkarya.

“Kita memang sengaja memilih tradisi Mekotek untuk diangkat menjadi sebuah lagu, dan dengan berbagai pertimbangan sebelumnya,”ucap Rama sang vocalis kepada Kabarbali.id saat ditemui dilokasi syuting video clipnya, Rabu, 17 Januari 2018.

Baca Juga : Connan Band, Kami Mencoba Tantangan Baru

Single berdurasi 3 menit 28 detik tersebut merupakan single ke 3 mereka yang terdapat dalam album pertamanya yang bertajuk “Rasa Sing Kel Mati”. “Ini single ke-3 kami yang akan kami luncurkan berbarengan dengan peluncuran album pertama kami pada 15 Februari mendatang,”katanya lagi.

Band yang beranggotakan Rama (vocal), De Angga (Lead Gitar), Mang Sayang (Gitar Ritem), Tu Adi (Gitar Bass) dan Agus (Drum) tersebut merencakan kedepannya akan mengangkat tradisi yang ada di Bali menjadi sebuah lagu.

“Ini adalah cara kami sebagai generasi muda Bali untuk ikut menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya yang ada di Bali, rencananya sih tradisi yang ada di Bali yang kami ketahui akan kami  buatkan lagu dan kami selipkan di setipa album D’Story,” imbuhnya.

D’Story saat melakukan proses syuting video clip Mekotek. Image/GDE

Lebih lanjut, dalam proses pembuatan video clip dari lagu Mekotek tersebut mengambil 2 lokasi berbeda yakni lokasi pertama dilakukan saat dilangsungkannya tradisi tersebut pada November 2017 lalu dan lokasi kedua di sebuah gudang dikawasan Denpasar.

“Proses syutingnya sendiri dilakukan bertahap, tahap pertama saat dilangsungkan tradisi mekotek dan tahap kedua yakni proses syuting bersma group band dan baleganjur pada 17 Januari kemarin,”paparnya.

Rama juga sangat bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung serta membantu proses pembuatan video clip tersebut. “Saya sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat dalam proses ini terutama dari pihak Desa Munggu dan juga ST. Yowana Dharma Wiguna Br Tenten Denpasar yang sudah ikut terlibat secara langsung dalam proses penggarapan video clip Mekotek ini,”pungkasnya.

Disisi lain, ketua ST Yowana Dharma Wiguna, Putu Ardhi Himawan mengatakan jika pihaknya cukup senang bisa terlibat dalam penggarapan video clip Mekotek. “Kami cukup senang dan sekaligus bangga bisa terlibat secara langsung dalam projek ini, ini merupakan salah satu cara kami untuk melestarikan tradisi yang kami punya,”ucap pria yang akrab disapa Yoko tersebut.[JOE/FAJ]