Dua Kuliner Legend Dari Singaraja Yang Patut Dicoba – kabarbali.id
Food

Dua Kuliner Legend Dari Singaraja Yang Patut Dicoba

kabarbali.id – Pesona Bali Utara, Singaraja memang bagaikan surga yang tersembunyi. Keindahan alam bawah laut hingga perbukitannya serasa membuat siapa saja betah berlama-lama tinggal dan eksplor kota yang mendapat julukan sebagai kota pendidikan ini.

Disisi lain, perlu diketahui bahwa ibu kota dari Buleleng ini memiliki dua kuliner khas yang sudah dikenal hingga keluar kabupaten bahkan hingga keseluruh penjuru. Apakah itu, yuk simak …

Blayag Buleleng

Kuliner yang satu ini cukup dikenal oleh banyak orang, bahkan kata wisatawan kurang lengkap rasanya jika ke Singaraja tidak menikmati kuliner yang kaya akan rempah ini.

Secara menyeluruh, blayag memiliki ciri bumbu yang berwarna kuni cerah dan khas rempah-rempah sangat kuat, baik saat dimakan ataupun dari aromanya.

Blayag sendiri serupa seperti ketupat yang berbahan dasar beras dan melalui proses perebusan beberapa jam, namun yang membedakan blayag adalah bentuknya yang memanjang dengan ukuran kurang lebih selebar tangan orang dewasa.

Sedangkan bumbunya bernama base dodok (bumbu kuning-red) yang terbuat dari olahan aneka rempah-rempah yang dicampur dengan tepung beras dan berwarna kuninga setelah proses pengolahan selesai.

Rata-rata seporsi blayag dibandrol Rp 12 Ribu saja dan tidak hanya di Singaraja bahkan kuliner ini sudah menyebar hingga ke wilayah lainnya di luar Singaraja jadi tidak susah untuk menemukan kuliner ini.

Satu porsi tipat blayag biasanya berisi dua biji (bisa riquest sesui permintaan) dan diatasnya biasanya akan ditaburi sayur urab khas Bali lalu barulah ditaburi dengan base dodok dan toping tambahan yakni sambal cicang dengan taburan kacang kedele goreng.

Siobak Singaraja

Bagi penikmat kuliner berbahan dasar babi, kuliner ini tentu sudah tidak asing lagi, siobak memang menjadi kuliner legend dan khas dari Singaraja sebab bukan dari sisi bahan dasarnya, bumbu yang dilumuri diatas campuran jeroan dan daging babilah yang menjadi pusat perhatiannya.

Satu porsi siobak biasanya di bandro dengan harga antara Rp 10 ribu hingga Rp 40 ribu saja. Siobak memiliki bumbu yang kental selayaknya bumbu yang terdapat pada kuliner lumpia namun yang membedakannya adalahrasa dan aroma bumbu siobak yang lebih kuat pada rasa manis dan kaya akan rempah-rempahnya. Sama seperti blayag, kuliner yang satu ini juga cukup mudah ditemui di luar Singaraja. (Red/Mik/Jek)

Comments

comments

Related Posts