Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Peristiwa

Dukung Program Pemprov Bali, GP-Bali Sukses Digelar Pelatihan

Pelatihan Greenship Profesional (GP) angkatan pertama sukses digelar oleh Green Building Council Indonesia (GBCI) Perwakilan wilayah Bali bertempat di Jimbaran-HUB dari 21-25 Agustus 2019.

Ketua GBCI-Bali, Putu Agung Prianta yang sekaligus menjadi peserta dalam pelatihan itu mengatakan diikuti oleh 22 peserta, terdiri dari 14 arsitek, 2 ahli MEP, 2 sarjana teknik sipil dan 4 sarjana teknik lainnya, setelah sebelumnya telah meluluskan 50 GA (Greenship Associate) di tahun 2017 dan 2018 sebagai prasyarat mengikuti pelatihan GP tersebut.

BACA JUGA:  SMASHED Project Hadir di Bali, Ini Kegiatannya

“Kami ingin GP di Bali, bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk menerapkan konsep hijau pada kawasan maupun gedung, sesuai program Gubernur Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali,”tegasnya saat ditemui dalam kegiatan WORKSHOP Simulasi Perencanaan Bangunan Hijau. Senin (26/8).

Dikatakannya, pelatihan itu juga diharapkan nantinya mampu melahirkan ahli bangunan hijau yang ramah lingkungan guna mendukung upaya Pemerintah Provinsi Bali sebagaimana diamanatkan oleh Pemerintah Pusat melalui Peraturan Menteri PUPR No. 02/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau menuju pembangunan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Menurutnya, saat ini bangunan di Bali belum maksimal dalam penerapan bangunan hijau sehingga pemerintah Bali diharapkan mampu bersinergi dengan pihak terkait dalam hal ini GP-Bali untuk memaksimalkan dan mewujudkan program Gubernur Bali.

BACA JUGA:  Ada Hitler di Jl Bedugul Denpasar, Ini Kisahnya

Untuk diketahui, Greenship merupakan program sertifikasi bangunan hijau yang diendorsed oleh GBCI yang terafiliasi dalam World Green Building Council (WGBC) yang ada di 70 negara. Greenship Profesional sendiri telah diakui secara nasional bahkan menjadi syarat tender proyek pemerintah.

“Bagi peserta yang lulus pelatihan GP ini juga dapat berpraktek menjadi konsultan bangunan hijau selain juga menjadi assessor/auditor proyek-proyek bangunan hijau dan diharapkan akan dapat membawa pengaruh bagi proses pembangunan di Bali agar lebih ramah lingkungan,”sambungnya.

Disisi lain, ketua IAI-Bali sekaligus Wakil Ketua GBCI-Bali, Kadek Pranajaya menambahkan GP diharapkan berkontribusi signifikan terhadap proses pembangunan yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan konsep Tri Hita Karana yang menjadi nilai hidup masyatakat Bali. “Inilah harapan kita bersama agar Bali tetap menjadi Bali yang seutuhnya,”ucapnya.

BACA JUGA:   Bali Special Project Suguhkan Tampilkan Adi Merdangga

Nalla Khrisna, GP arsitek senior Bali yang juga Penasehat GBCI-Bali yang ikut hadir dan mendukung pelatihan itu menegaskan, dengan diadakannya pelatihan GP itu diharapkan menjadi awal green movement yang memenuhi kaidah pembangunan berkelanjutan yang terukur secara ilmiah dan legitimate.

Pada tanggal 26 Agustus 2019 dilaksanakan pula WORKSHOP Simulasi Perencanaan Bangunan Hijau sebagai bagian pelatihan tersebut, yang dibimbing oleh empat orang prakstisi GP dari Jakarta untuk melatih para peserta dalam mendesain Gedung Kantor Hijau agar lebih fasih dalam prakteknya. (Red/Rls/Dhi)