Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
The Dynamic Heritage, Pameran Lintas Generasi – kabarbali.id
kabar Utama Kabarbali.id

The Dynamic Heritage, Pameran Lintas Generasi

Kabarbali.id (Denpasar) – Sebanyak dua puluh empat karya lukisan dari dua belas pelukis yang berasal dari Desa Batuan Gianyar akan dipamerkan di Griya Santrian Gallery pada Jumat, 19 Januari 2018.

Ketut Sidia selaku ketua dari Perkumpulan Pelukis Baturulangun Batuan menyampaikan, tujuan utama dari pameran tersebut adalah untuk memberikan ruang dan apresiasi bagi pelukis muda yang berasal dari Desa Batuan Gianyar. “Tujuan utamanya adalah memberikan ruang untuk seniman muda, karena selama ini kesannya seniman muda di nomer duakan,”ucapnya kepada awak media dalam sesi jumpa pers Kamis, 18 Januari 2018.

Baca Juga : Bali Sakura Matsuri, Festival Perayaan Hubungan Diplomatik Indonesia dan Jepang

Dipilihnya “The Dynamic Heritage” menjadi tema dalam pameran tersebut sebagai upaya untuk mempresentasikan sebuah capaian kreatifitas dua belas seniman lintas generasi seniman Batuan tersebut. Dari sisi lukisan yang dipamerkan pun beragam  tema, mulai  persoalan alam, budaya, hiruk pikuk dunia politik, hingga ekspresi personal, namun tetap dilandasi oleh adanya dasar teknis dalam kosa rupa Batuan. “Untuk tema lukisannya beragam namun tetap berlandaskan dasar teknis dari kosa rupa Batuan,”tambahnya lagi.

Panitia penyelenggaraan pameran The Dynamic Heritage saat sesi jumpa pers. Image/GDE

Pelukis dari lintas generasi tersebut diantaranya Wayan Budiarta, Pande Dwi Arta, Wayan Aris Sarmanta, Gede Widiantara, Wayan Eka Suamba, Dewa Virayuga Made Kariana, Made Griyawan , Nyoman Sudirga,  Wayan Diana, Made Sujendra dan Ketut Sadia.

Pameran yang akan dibuka secara langsung oleh Anak Agung Rai (Pendiri Museum ARMA) tersebut akan berlangsung hingga 28 Februari mendatang.

Disisi lain, Wayan Budiartha salah satu pelukis yang ikut dalam acara tersebut menambahkan, dalam proses melukis khas Desa Batuan adalah tekni dan proses pembuatan luisan itu sendiri. “Yang perlu diperhatikan adalah mempertahankan teknik dan proses pembuatan lukisan tersebut. Dan saya juga berharap terus berlanjut seiring berjalannya generasi.

Belajar Lukisan Khas Batuan, Perlu Waktu Lama

Wayan Sidia sebagai salah satu pelukis dari generasi tua dalam pameran tersebut juga menyampaikan jika saat ini pihaknya masih cukup susah dalam prihal regenerasi, mengingat untuk mempelajari teknik lukisan Batuan memerlukan waktu minimal dua tahun.

“Saat ini sih masih terkendala untuk generasi penerus, salah satu solusi sudah berjalan saat in adalah mengadakan pembinaan dibidang seni lukis ke tingkat sekolah dasar. Perlu kiranya diketahu, untuk mempelajari teknik dasar lukisan khas Batuan ini minimal dua tahun,”ucapnya.

Dia juga menyampaikan jika lukisan dari Desa Batuan adalah satu-satunya lukisan bergenre tradisional yang ada di dunia. “Untuk Genre tradisional satu-satunya memang cuma ada di Batuan Gianyar – Bali,”tutupnya.

Comments

comments

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.