Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Eka, Pengusaha Jas Dengan Omzet Fantastis – kabarbali.id
Mereka

Eka, Pengusaha Jas Dengan Omzet Fantastis

Berawal dari hobby, I Gede Eka Parisuda, S.Sos (24) kini sukses menjadi pengusaha muda.usaha yang ia sebut Hegemonistyle itu merupakan jasa penyewaan jas untuk  perlengkapan wisuda hingga nikahan.

Baca Juga:

“Saya memang suka dan menggeluti dunia Fashion dan Design,”katanya, saat ditemui dikediamannya, Jalan Ratna, Banjar Tatasan Kaja Denpasar Utara, Jum’at (3/5)

Pria yang akrab disapa Eka ini memulai usahanya itu dengan modal pinjaman dana dari sebuah bank swasta di Bali dan tiga jas sebagai modal untuk memulai usahanya itu seperti Facebook dan Instagram. Ia juga memanfaatkan sosial media dalam mempromosikan usahanya. “Selain itu, dari mulut ke mulut juga sih,”paparnya.

Usaha yang ia rintis sejak Mei 2017 itu pun berbuah manis, hingga kini pria yang juga bekerja di salah satu Sekolah Dasar di Badung ini berhasil mengoleksi 275 jas dan menurutnya itu akan terus bertambah seiring permintaan yang semakin banyak. “Yang menyewa itu dari berbagai kalangan, bahkan dari luar Denpasar Badung pun ada,”jelasnya.

Untuk harga, pria kelahiran Denpasar, 10 november ini mematok rata-rata per hari dari Rp 85 ribu hingga Rp 100 ribu untuk jasnya saja. Sedangkan untuk harga paket semisal jas, celana dan dasi dengan motif warna hitam di bandrol Rp 150 ribu per hari.

“Untuk prewed beda lagi harganya. Tergantung jas warna apa, bahan dan modelnya mau yang seperti apa,”lanjutnya sembari menyebutan @sewajasdenpasar_hegemonostyle nama akun usahanya.

Ia menilai, saat ini usaha sewa jas memang memiliki potensi yang cukup bagus namun masih perlu strategi dan inovasi agar tidak hanya mengandalkan musim itu juga menjadi alasan mendasar kenapa dirinya saat ini lebih memilih menjalankan usahanya itu dalam bentuk home store.

Baca Juga:

“Biasanya bulan Mei dan September yang ramai dan saat ini saya tengah mencari formula agar usaha ini tidak lagi menjadi sampingan,”tegasnya.

Tidak sekedar mencari untung, anak tunggal ini pun ikut kampanyekan peraturan pemerintah kota Denpasar terkait larangan penggunaan plastik sekali pakai.

“Saya bagi-bagi goodie bag gratis di beberapa titik ya ini juga sebagai salah satu sarana promosi saya,”ungkapnya. (Red/Dhi/INet)

Comments

comments