Kabarbali.id

EmpatDetik SebelumTidur, Sederhana namun bermakna. No ratings yet.

Setelah melakukan sempat melakukan lounching pada April 2016 lalu, akhirnya EmpatDetik SebelumTidur secara resmi me relaunch album perdana mereka yang bertajuk Penganut Sederhana pada 29 Mei 2017 di Dapur Shakya Jl. Pantai Asri [Camplung] Singaraja.

Band yang resmi terbentuk pada 19 Maret 2016 tersebut saat ini diperkuat oleh Yogi (Percussion-Vocal), Sonata (Minor Pecussion-Vocal), Aristiana Jack (Guitar-Vocal), dan Konot (Guitar-Vocal) membalut relaunch album perdana mereka dengan tema  Bersua Di Nada #1.

Konot mengungkapkan saat ditemui dilokasi acara, bahwa acara relaunch album tersebut digarap secara spontanitas saja. “ini kita baru rencanakan sejak 2 lalu, dan ternyata sambutannya membludak seperti ini, tentunya ini diluar ekspeksati kita, kita ucapkan terimakasih banyak untuk para penganut sederhana [sebutan fans EDST] dan tentunya semua pihak yang sudah membantu acara hingga sukses terselenggara”. Ucapnya saat selesai sesi foto bersama.

Album yang berisi 10 lagu ditambah satu lagu teaser tersebut mengangkat seputar kehidupan sehari-hari manusia dan dibalut dengan arransemen khas dari Empat Detik Sebelum Tidur. Tidak sampai disana, rupanya setelah penampilan dari Kosong Satoe Band, masing-masing personel dari EDST unjuk kebolehan yang dibuka oleh penampilan dari konot  dengan menampilkan kelihaiannya memainkan gitar.

Foto by Regge – Penampilan dari Empatdetik SebelumTidur

Tak mau kalah, Aristiana Jack feat Sonata Sukasukusuku pun menampilkan Le Bali No Bala dan Gravitasi Lingkar Semesta Bersuara yang didukung oleh beberapa seniman asli singaraja lainnya.

Setelah itu, Yogi Chepercusion battle dengan Unyil  yang tak kuasa membuat penonton untuk bertepuk tangan ketika melihat kelihaian mereka dalam memainkan drum dan percussion, sebelum akhirnya acara puncak yakni penampilan dari seluruh member EmpatDetik SebelumTidur tampil dengan lagu-lagu andalan mereka.

Relounch yang dipandu oleh Master of Ceremony [MC] Kiki tersebut akhirnya mencapi puncak acara pada pukul 20.40 wita dan Utuh Selamanya adalah lagu yang dipilih sebagai pembuka dari penampilan perdana mereka yang disambut dengan sorak tepuk tangan dari para penonton.

Dijelaskan oleh Aris prihal mamber dari EDST tampil sendiri-sendiri sebelum pncak acaranya, bahwa jika masing-masing personel mampu bergerak sendiri nantinya meski tanpa ada embel-embel EDST. “ini adalah bukti jika masing-masing personel memiliki keahlian tersendiri meski tanpa menggunakan bendera EDST”. Ucapnya kepada awak media.

Che Percussion juga mengatakann jika dirinya cukup senang dengan apa yang sudah terjadi, mengingat animo penonton sejak awal hingga akhir gelaran tetap  bertahan dilokasi. “cukup senang dan bercampurlah karena jika dilihat dari geografis musik, khususnya di kawasan Singaraja, gendre folk masih asing dan terdengar aneh pun dari pertunjukkan yang kami sajikan bisa dibilang memang aneh dan dan sedikit susah dimengerti tapi mereka terlihat menikmati apa yang kami sajikan”. Ungkap pria berambut pendek tersebut.

Sari salah satu fans yang sempat diwawancarai mengungkapkan, jika dirinya cukup puas dengan penampilan dari Empatdetik Sebelumtidur. “meski pertunjukannya terlihat aneh, namun saya suka, ini sesuatu yang baru apalagi ketika mereka menyanyikan lagu utuh selamanya dan perempuan perkasa saya sangat terhanyut dengan acara ini”. Ungkap wanita yang mengaku datang dari Seririt tersebut.

Acara yang berakhir pada pukul 22.00 wita tersebut ditutup dengan lagu willdenness dan sesi photo bersama, serta lagu-lagu mereka juga sudah bisa diunduh melalui jejaring sosial dan untuk CD fisiknya mereka jual includ dengan T-Shirt via akun resmi mereka di Empat Detik Sebelum Tidur. [KP34]

 

Please rate this

Comments

comments

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.