Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Travel

Gourmet Sate House, Konsisten Rasa Selama 5 Tahun

Gourmet Sate House menjadi satu rekomendasi tempat makan ketika kalian berada di sekitar Kuta. Terletak di Jl Dewi Sri 101, tempat ini menyediakan beragam olahan daging.

Mulai dari sate, nasi goreng, hingga jamu kunyit pun tersedia. Menu andalan dari tempat ini adalah aneka sate mulai dari sate daging kambing, domba, sapi, hingga ayam lilit. Tak sampai disana, ditempat ini juga menyediakan menu lain seperti vegetable, nasi goreng hingga mie goreng.

Baca Juga: Hadirkan Kuliner Khas Nusantara, UFF 2019 Siap Adu Pedas

Namun dari sekian menu yang ditawarkan, sate daging domba, nasi goreng kambing dan sate ayam adalah menu yang perlu kalian coba. Tekstur dari ketiga daging ini sangat lembut dan gurih. Untuk sate daging dombanya dibuat secara khusus menggunakan resep rahasia dari Gourmet Sate House.

Tidak ada kesan alot dari tenderloin daging domba yang diimport langsung dari Australia ini. Menurut chef sekaligus salah satu owner dari Gourmet Sate House, Klaus menjelaskan bahwa daging domba dari Australia adalah yang terbaik. Ia menuturkan, warung yang sudah ia dirikan sejak 5 tahun itu secara menyeluruh memakai bahan baku lokal Bali dan Indonesia. “Hanya daging domba yang import sebab daging domba lokal kadang dagingnya tidak konsisten,”ujarnya saat ditemui di warungnya. Rabu (4/7).

Satu porsi menu sate daging domba berisi enam tusuk sate yang disandingkan dengan lontong dan dua buah sambal khas Gourmet Sate House dan tentunya acar dibanddrol seharga Rp 46 ribu untuk ukuran reguler dan Rp 71 ribu untuk ukuran large. Untuk sate ayamnya, satu porsinya berisi tujuh tusuk sate yang disandingkan dengan lontong dan acar sedangkan di atas satenya sendiri telah dilumuri bumbu kacang yang telah dihaluskan. Satu porsi sate ayam dibandrol seharga Rp 26 ribu untuk ukuran regulernya dan Rp 39 ribu untuk ukuran largenya.

Baca Juga: Bebek Timbungan, Kuliner Bali Yang Hampir Punah

Nasi goreng kambing satu porsinya dibandrol Rp 49 ribu satu porsi nasi goreng kambing disandingkan dengan dua tusuk sate kambing, acar, telur dadar, kerupuk dan dua sambal. Rasa dari nasi goreng kambing disini cukup khas dan dagingnya pun tetap konsisten tidak ada kesan alot.

Siapa yang menyangka, pada mulanya warung ini dibuka hanya untuk iseng-iseng saja karena sang chef memang suka dengan kuliner khas Indonesia khususnya sate. “Ya! Saya tidak menyangka jika bisa bertahan hingga sekarang, saya berterimakasih untuk semua pihak,”ujar Klaus.

Warung ini mulai buka dari 12.00 hingga 24.00 wita. Dan biasanya tempat ini mulai ramai saat menjelang malam. Tempat ini juga menjadi favorit bagi wisatawan asing, selain itu tempat ini juga menyediakan minuman beralkohol. Klaud menjamin setiap makanan yang dihidangkan diwarungnya bebas dari MSG terlebih daging yang digunakan sma sekali tidak mengandung lemak. (Red/Dhi/Jik)