Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Kabarbali.id

Gus Teja : Album Sundara ini Perjalanan Hidup Saya

kabarbali.id [gianyar] – Gus Teja, secara resmi mengeluarkan album terbarunya yang berjudul “Sundara” pada 5 Oktober lalu di kumulilir Ubud. Album ke 4 tersebut ternyata melalui proses yang cukup panjang, seperti yang diceritakan oleh pria yang bernama lengkap Agus Teja Sentosa tersebut.

Dalam sesi temu media (5/10), Gus Teja menceritakan jika album tersebut dipersiapkan cukup lama yakni lebih dari  2 tahun,. “jika orang melihat jarak antara album terakhir dengan yang saat ini, memang 2 tahun, namun saya sendiri mempersiapkan album ini jauh sebelum itu”, tuturnya kepada awak media berserta undangan.

Lebih lanjut, dia juga mengatakan jika di album ke 4 tersebut Gus Teja tampil dengan format solo. “untuk album ke 4 ini saya keluarkan dengan format  solo, tidak lebih hanya untuk koleksi pribadi dan eksplorasi diri”, ungkapnya.

Gus Teja saat perfome di Kumulilir untuk album terbarunya “Sundara”. Foto by KP14

Dalam album tersebut, Gus Teja tidak lagi dibantu dengan alamat musik lainnya secara penuh. “disini saya lebih banyak bermain alat tiup, gamelan dan lainnya saya istirahatkan dahulu”, paparnya.

Dari penjelasannya, kata Sundara diambil dari bahasa Sansekerta yang memiliki makna tenang atau damai. Dia mengharapkan dengan adanya ketenangan dialbum terbarunya itu juga mampu menyebarkan ketenangan serta kedamainan ke seluruh dunia.

Terdapat 10 lagu dalam album tersebut, dimana secara keseluruhan dari lagu tersebut merupakan cerita atau gambaran dari kehidupan seorang Gus Teja.

Ada hal unik dalam album terbarunya selain Gus Teja Menggunakan Seruling Bambu sepanjang 1 meter, dalam album tersebut dirinya membawakan sebuah lagu yang di ciptakan oleh Master Hwang Tzue Kwang dari Taiwan yang berjudul Awan Putih dan Langit Biru. Menurut penjelasannya, Master Hwang Tzue Kwang sendiri merupakan seorang Biksu yang sangat mencintai kedamaina dan cinta kasih.

Ditambahkannya, di album Sundara Gus Teja juga mempersembahkannya spesial untuk sang istri tercinta. “ album ini juga saya persembahkan secara spesial untuk istri saya tercinta, dan nanti dialbum ke lia baru saya akan berkolaborasi lagi dengan band saa”, pungkasnya.