kabar Utama

Imigrasi Denpasar Klarifikasi Kisruh Maria Ozawa No ratings yet.

Kisruh perayaan ulang tahun artis Barbie Nouva yang mendatangkan eks bintang film panas asal Jepang, Maria Ozawa berbuntun panjang, setelah sebelumnya dikabarkan pihak imigrasi Denpasar dituduh melakukan hal negatif saat melakukan tugas, akhirnya imigrasi Denpasar melakukan klarifikasi terhadap permasalahan itu.

Baca Juga : Polres Badung Amankan 11.520 butir Pil Koplo

Bertempat di Ruang Rapat Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM wilayah Bali, Agato P. P. Simamora selaku kepala divisi kanwil kementrian Hukum dan HAM wilayah Bali menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi sejak tiga minggu sebelum kejadian, dan telah melakukan melakukan kerja sesuai dengan setandart operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Jadi pemberitaan yang ada itu tidak benar, baik trrkait selfie atau penangkapan saat acara berlangsung,”tegas Agato sekaligus meminpin acara tersebut dihadapan awak media.

Pihak juga menurunkan tim untuk melakukan pendalaman terhadap kegiatan yang disinyalir melakukan tindakan melanggar hukum. “Kami melihat di media sosial adanya flayer dan sebaran nominal ticket untuk mendatangi acara tersebut,”paparnya.

Setidaknya ada enam temuan yakni flayer tersebar yakni Tropical Boat Party, Ozawa, Tropical Boat Party, dan invitation Tropical Pirates Biat Party with Maria Ozawa, ticket pineapple invitation include ticket seharga Rp 22 juta dan Rp 6 juta serta selebarab pernyataan managemen Sea Safari sebagai tempat yang rencananya akan dijadikan tempat penyelenggaraan acara teraebut.

Pihak imigrasi pun langsung melakukan tindakan dari tanggal 2 november melakukan pengecekan ke kantor Syah Bandar Benoa terkait pelayanan Kapal Sea Safari Cruise. “Setelah melakukan pengecekan, ternyata pihak Syah Bandar tidak oernah melakukan kontrak ataupun kerjasama atas temuan selebaran itu,”katanya lagi.

Tidak sampai disana, tim imigrasi juga melakukan pemesan ticket seharga Rp 1.5 juta sebanyak 4 ticket dan bertemu secara langsung dengan seorang wanita yang mengaku bernama Barbie Nouva di salah satu tempat dikl kawasan Seminyak sekitar pukul 14.35 wita.

Perpindahan acara yang sebelumnya akan diadakan di atas kapal, pihak Barbie Nouva melakukan konfirmasi kepada tim bahwa acara akan dipindahkan ke sebuah villa yang berada di kawasan Denpasar. “Mereka konfirmasi kepada kami bahwa perpindahan itu adalah yang ke 10 kalinya karena selalu mendapat penolakan dari pemilik villa,”jelasnya.

Baca Juga : UMP Bali Naik di Tahun 2019, Pengusaha Wajib Patuhi Aturan

Lebih lanjut disampaikan, penindakan sendiri dilakukan setelah acara pesta selesai yakni sekitar pukul 22.00 wita. “Jadi kami menyangkal atas pemberitaan yang bilang kami membubarkan acara atau melakukan oenindakan saat acara berlangsung,”tegasnya.

Saat melakukan pemeriksaan petugas yang telah berada di lokasi acara meminta Barbie Nouva untuk mempertemukan kepada Maria Ozawa dan meminta menunjukkan dokumen berupa visa. “Kami juga menyangkal jika pemberitaan tersebar petugas kami mengambil visa lalu pergi, petugas kami meminta visa untuk mengetahui tindak tanduk orang asing di wilayah Bali,”katanya lagi

Dia juga menyampaikan saat itu pihaknya meminta yang bersangkutan ke kantor imigrasi esok harinya guna melakukan pemeriksaan namun atas pertimbangan pihak Barbie Nouva akhirnya pemeriksaan dilakukan malam itu juga. “Maria Ozawa akan bertolak meninggalkan Indonesia besok paginya jadi malam itu juga kami diminta melakukan pemeriksaan,”imbuhnya.

Dalam pemeriksaan, setidaknya ada 5 pertanyaan seperti tujuannya ke Bali, hubungan dia dengan yang mengundang, terkait akomodasi dalam acara tersebut, terkait pemungutan ticket, dan apakah yang bersangkuta menerima bayaran atas undangan tersebut dan pemeriksaan dilakukan hingga pukul 02.20 wita (subuh).

Baca Juga : Miyabi Liburan di Bali, Ini Lokasinya

“Hasil dari pemeriksaan Maria Ozawa tidak ada melakukan pelanggaran, justru dia mengaku tak mengetahui jika dalam acara tersebut ada pungutan ticket,”tegasnya.

Maria Ozawa yang datang kala itu menggunakan bebas visa kunjungan dan paspor atas nama Sayakan Stephanie Strom alias Maria Ozawa. Setelah melakukan pemeriksaan Maria Ozawa dibebaskan dan terkait informasi temuan oknum meminta selfie dan perkataan kasar Agato menegaskan tidak ada dan dia juga menyangkal terkait informasi yang beredar bahwa petugas imigrasi tidak bisa berbahasa inggris.

“Kami tegaskan dan luruskan bahwa informasi yang beredar itu tidak benar,”katanya sembari menutup acara. (Red/Rls)

Please rate this

Comments

comments

Related Posts