Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Jelang Nyepi, KPID Bali Koordinasi Dengan Balmon – kabarbali.id
kabar Utama

Jelang Nyepi, KPID Bali Koordinasi Dengan Balmon

Perayaan Nyepi  tahun caka 1941 yang berlangsung pada Kamis, 7 Maret 2019, Komisi Penyiaran Indonesia, daerah Bali memberikan imbauan kepada seluruh lembaga penyiaran yang ada di wilayah Bali untuk untuk tidak melakukan siaran,  termasuk adanya keinginan kembali memutus internet selama sehari penuh saat Nyepi berlangsung.

Baca Juga :

Hal ini bertujuan agar esensi perayaan Nyepi dapat menjadi proses kontemplasi atau perenungan yang lebih memberi refleksi makna penguatan jati diri dari proses mulat sarira atau introspeksi diri bagi kehidupan umat Hindu khususnya dan masyarakat pada umumnya. Tentunya, sebagai upaya strategis menghadapi pengaruh perkembangan peradaban global kekinian dengan teknologi serba canggihnya di masa mendatang.

Sebagai upaya antisipasi maraknya siaran TV dan radio luar Bali saat perayaan Nyepi, KPID Bali pun melakukan rapat koordinasi dengan KPID luar Bali seperti KPID NTB di Mataram, dan Balmon Mataram. “Langkah ini kita lakukan agar tahun ini tidak ada lagi siaran TV dan radio yang mengganggu keheningan suasana perayaan Nyepi,” ungkap I Made sunarsa, selaku  Ketua KPID Bali.

Menurutnya, selama ini saat perayaan hari suci Nyepi siaran TV dan radio luar Bali masih sangat marak terutama dari kawasan Lombok dan Jawa Timur. Karena itulah, pihaknya telah mengirim perwakilan komisioner KPID Bali untuk melakukan koordinasi dengan KPID daerah lainnya khususnya kawasan Lombok dan Jawa Timur. Diantaranya IGN “Rahman” Murthana, AA Rai Sahadewa, dan Ni Wayan Yudiartini. “Diharapkan dengan koordinasi ini dalam pelaksanaan Nyepi tahun ini, siaran TV dan radio luar Bali bisa dihentikan, dan tidak lagi marak seperti tahun sebelumnya,” tegasnya.

Hal senada juga diungkap Wakil Ketua KPID Bali, IGN “Rahman” Murthana. Menurutnya, sudah saatnya pelaksanaan Nyepi betul betul dapat berlangsung dengan baik tanpa adanya gangguan khususnya siaran TV dan radio luar Bali seperti tahun sebelumnya yang masih sangat marak sekali. Sehingga perayaan hari suci Nyepi yang telah menasional dan bahkan mendunia ini dapat memberi nilai multiguna bagi salah satu alternatif dalam pencetakan karakter bangsa masa depan, yang berwawasan budaya adiluhung, lebih bermartabat dan berkeadaban.

Selain itu, juga dapat memberi manfaat bagi pemulihan upaya pelestarian lingkungan dan ekosistemnya, sehingga menjadi lebih bersih dan sehat kembali, karena terbebas dari beragam polusi kehidupan. “Mengingat perayaan hari suci Nyepi sebagai penanda dan pengingat bagi kita dalam mewujudkan sikap dan perilaku yang ramah dan santun terhadap lingkungan hidup dan ekosistemnya agar tetap ajeh dan lestari,” tandasnya.  (Red/Dhi/Rls/Jak)

Comments

comments