Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Ketika Warga Amerika Menjadi Pusat Perhatian di PKB 2019 – kabarbali.id
Kabar Seni

Ketika Warga Amerika Menjadi Pusat Perhatian di PKB 2019

Sebanyak 26 warga Amerika Serikat dan 4 warga Bali tampil memukau dalam perhelatan Pesta Kesenian Bali ke-41 di Kalangan Madya Mandala, Art Centre, Denpasar. Jumat, (21/6).

Mereka tergabung dalam Sanggar Tunas Mekar “Dancer Gamelan” Colorado, USA yang secara resmi berdiri pada tahun 1988 itu diketuai oleh  Made Darmawan. Mereka tampil hampir selama tiga jam penuh dengan beragam tarian dan tabuh kreasi yang membius penonton sore itu. Tepuk tangan silih berganti tatkala usai dalam penampilan. “Ini penampilan kedua kami di ajang ini setelah tahun 1996,”kata Darmawan.

Baca Juga: Tirta Geroh, Tempat Nunas Taksu Hingga Hal Mistis Lainnya

Ada dua jenis gamelan yang ditampilkan yakni angklung tradisi dan angklung kebyar. Pria asli Tabanan ini menjelaskan, sanggar tersebut terbentuk berawal dari berkumpulnya beberapa warga Amerika yang gemar memainkan gamelan Bali sehingga ditahun 1988 secara resmi ia dirikan sanggar tersebut. “Ini merupakan geneasi ke dua,”jelasnya.

Ia juga menjawab dengan lugas terkait jeda waktu yang begitu lama untuk tampil kembali di perhelatan tahunan itu. Berdalih kurangnya perhatian pemerintah terkait terhadap seniman adalah tamparan keras yang dinyatakan secara langsung oleh warga Amerika yang tampil kala itu. Mereka tidak puas dan menilai, penampilan saat itu layaknya sedang ngamen yang usai tampil mereka akan berlalu begitu saja. “Para pemain secara langsung bilang ke saya, panitia atau pihak terkait tidak ada perhatiannya. Seperti sedang ngamen,”jelasnya.

Baca Juga: Prof. Dibia, Ngunda Bayu adalah Rahasia Penari Bali

Dan Putu Darmawa mengakui penampilan mereka tahun ini pun atas permintaan sang anak yakni Putu Tangkas. Persiapan mereka untuk tampil dalam PKB 2019 ini dimulai sejak nooember 2018. “Tidak terlalu susah untuk persiapan karena mereka sudah pada mengerti dan cukup paham tentang kesenian Bali,”ujarnya.

Mereka di Bali dijadwalkan hingga akhir Juni ini, kegiatan serta undangan tampil diberagam kegiatan pun telah menanti, semisal hari ini sabtu (22/6) mereka akan tampil di kabupatem Karangasem atas permintaan Bupati Mas Sumantri dan dibeberapa kegiatan upacara keagamaan lainnya. “Mereka ini lebih senang tampil di upacara keagamaan karena dianggap lebih dekat dengan warga atau masyarakat Bali,”tutupnya. Dalam proses mengajarnya, Made mengusung konsep Catur Guru yakni Guru Tunggal, Guru Kuping, Guru Panggul dann Guru Rasa. (Red/DHi/Jik)