Kabar Seni

Kritik Lingkungan, Perupa 3 Kota Besar Pameran di Bali

Sebanyak 25 karya dari 13 perupa yang bersal dari Jogjakarta, Jakarta dan Bali menggelar pameran yang bertajuk C5 (critical, communication, collaboration, coopoeration dan creavity) di Santrian Gallery, Sanur dari 11 Januari hingga 28 Februari 2018.

“Pameran akan dibukan oleh Yoka Sara dari Art and Architecture, jam 19.00 wita,”ucap Dollar Astawa perwakilan dari Grya Santrian Gallery. Kamis, (10/1).

Sebagain besar dari tema lukisan mengambil issue tentang lingkungan yang saat ini memang hangat diperbincangkan seperti budaya, kondisi alam yang dinilai semakin rusak.

Pameran ini merupakan pameran kedua merupakan kelanjutan dari pameran di Studio Kalahan Yogyakarta pada 2018 lalu. Para seniman yang mengelar pameran itu, yaitu Agus ‘baqul’ Purnomo, I Nyoman Diwarupa, Galung wiratmaja, I Ketut Agus Murdika, I Ketut Sugantika (Lekung), I Komang Trisno Adi Wirawan, I Wayan Arnata, Ipong Purnama Sidhi, Iqrar Dinata, Laila Tifah, M. Dwi Marianto, Nofria Doni Fitri dan Syahrizal Kotoi.

Iqrar Dinata salah satu seniman asal Yogjakarta yang tergabung dalam pameran itu cukup senang dalam keterlibatannya, ia merasa Bali, Yogyakarta dan Jakarta adalah pusat seni yang terus mengalami perkembangan sehingga melalui pameran ini masyarakat luas bisa membaca pesan yang tertuang disetiap karya.

“Kami menyampaikan kritik lewat karya ini dan kami mengharapkan pesan ini tersampaikan ke semua pihak,”ujarnya.

Disisi lain, perupa I Ketut Agus Murdika menggkritik alam Bali dan dengan tegas mengutarakan kritikan itu melalui Karya lukis yang berjudul Golden Fill. “Bali sudah tidak bisa dikatakan “indah” sebab sampah dan kesembrautan masih belum dibereskan,”katanya.

Lekung perwakilan dari C5 menyampaikan, C5 semacam wadah dimana orang-orangnya tidak harus terikat yang ada di Bali, Yogyakarta dan Jakarta.

Masing-masing daerah terdapat satu orang sebagai penanggung jawab, koodinatornya. Jika ada orang yang ingin bergabung dengan dasar konsep yang sama, makan tetap terangkul. “Itulah kami yang selalu kolaboratif yang tak hanya dengan itu itu saja,” kata. (Red/Bik/Ton)

Comments

comments