Kunci G semarakkan Media Movement – kabarbali.id
Kabarbali.id

Kunci G semarakkan Media Movement

Sebuah event yang bertajuk Media Movement akan digelar pada 22 Juni 2017 di Taman Jepun Denpasar. Event yang diprakarsai  oleh Ilmu Komunikasi dan Ilmu Politk [FISIP] tersebut juga melibatkan Sutradara kenamaan milik Bali yakni Erick Est dalam film yang bertajuk Kunci G.

Dimana dalam film yang berduarasi lebih kurang 15menit itu menceritakan sepasang suami istri, penyandang difabel yang menjalani pernikahan selama 15th hingga akhirnya muncul sebuah konflik akibat keterbatasan yang mereka alami. Adalah Wah Alit yang memerankan Suara dan Sintya Dewi Suteja yang memerankan Nada.

Dimana Suara adalah seorang pianis dengan karakter tegas dan berwibawa namun dia seorang dengan keterbatasan dalam pendengaran, sedangkan Suara adalah seorang guru musik yang buta dan dalam film tersbut juga akan dijelasan bagaimana awal mula pertemuan keduanya.

Foto By Istimewa // Najma Ayu Ayu Tania, Erick Est, Erik Sondhy, Sintya Dewi Suteja dan Wah Alit saat sesi Jumpa Pers di Kubu KOpi Denpasar [20/6]

Sintya Dewi Suteja mengatakan saat sesi jumpa pers, dirinya cukup banyak mendapatkan pengalaman baru dalam penggarapan film Kunci G tersebut. “ketika melakukan syuting, sku benar-benar merasakan hal baru, terlebih peran saya disini adalah seseorang yang buta, mata saya ditutup dan benar-benar pengalaman barubagi saya”. Ujarnya kepada awak media [20/6].

Senada dengan Sintya, Wah Alit yang memerankan Suara juga mengatakan dirinya mendapat cukup banyak pengalam baru dalam dalam film tersebut.

Tidak hanya melibatkan Erick Est, Media Movement juga melibatkan Erik Sondhy [Vaha Band] dalam penggarapan sountrack dari film tersebut.

Disisi lain, Najma Ayu Selaku Project Director Media Movement menjelaskan bahwa event tersebut digelar guna menyampaikan kepada masyarakat umum, jika keterbatasan indra bukanlah sebuah penghalang dalam menyampaikan sebuah pesan. “yang ingin kami sampaikan disini adalah dengan memanfaatkan berbagai media adalah bentuk sara untuk menyampaikan pesan kepada teman-teman penyandang difabel”. Ungkapnya saat sesi jumpa pers di Kubu Kopi.

Erick Est juga menambahkan, dari film ini menceritakan bagaimana musik itu bisa menyatukan dua insan dengan keterbatasan yang mereka miliki hingga 15th dan dengan akhir yang cukup seru.

Dalam event yang bertajuk Deliver the Message tersebut juga akan ada bioskop berbisik, festival Media yang menampilkan Buku Braille.[KP32]

Comments

comments

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.