Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Gumi Bali

Ilmu Leak, Begini Cara Mempelajarinya

Bali memang dikenal unik terlebih dari sisi tradisi, budaya dan spiritualnya. Banyak hal yang bisa diungkap dan dibahas dan tentu ini cukup menarik untuk dibahas, apalagi terkait dengan ilmu pengleakan yang notabene cukup dikenal di Bali. Artikel berikut ini membahas tentang Ilmu Leak yang sebelumnya sudah dipublikasikan melalui facebook artaksu.

Sebelum seseorang belajar Ilmu Liak terlebih dahulu harus diketahui otonan orang tersebut (hari lahir versi Bali) hal ini sangat penting, agar murid tidak celaka oleh ilmu itu sendiri.

Setelah diketahui barulah proses belajar Ngeliak dimulai. Dimana, pertama-tama murid harus mewinten Brahma Widya, dalam bahasa lontar Ngerangsukang Kawisesan dan hari baikpun tentunya dipilih oleh sang nabe (guru).

Tahap dasar murid diperkenalkan dengan Aksara Wayah (Modre), dalam hal ini aksara tersebut tidak bisa dieja karena merupakan aksara baku. Selajutnya murid di-rajah pada seluruh tubuh dari atas sampai bawah oleh sang guru, hal ini dilakukan di Setra pada saat hari Kajeng Kliwon Enyitan.

Pertama murid diajarkan untuk “nyungsang idep” yaitu membalikan pikiran, semua hal yang tidak baik harus dipikirkan menjadi suatu yang baik, begitu juga sebaliknya, biasanya ritual ini dilakukan dengan mencolek kotoran ayam dan menghirup baunya.

Ritual ini dikenal dengan istilah “nyolek-nyolek tain belek“, bila bau kotoran ayam tersebut lama-kelamaan menjadi harum bagi pelaku, maka ia sudah lulus tingkat pertama. Proses lainnya adalah menjilati “bungut pawon”/ tungku perapianan dan sebagainya.

Selesai dari proses ini, barulah sang murid sah menjadi Leak bagi sang guru dan ia akan melakukan ritual di Setra dengani sarana sanggah cucuk dan beberapa sesajen.

Ada 5 sumpah yang harus ditaati dalam belajar Ngeliak, ialah :

  1. Hormat dan taat dengan ajaran yang diberikan oleh guru.
  2. Selalu melakukan ajapa-ajapa untuk menyembah Siwa dan Dhurga dalam bentuk Ilmu Kawisesan (Sakti).
  3. Tidak boleh pamer kalau tidak kepepet dan selalu menjalankan Dharma (kebaikan).
  4. Tidak boleh makan daging kaki empat, tidak boleh berhubungan intim dengan orang selain pasangan alias berzinah.
  5. tidak boleh menyakiti atau dengan cara apapun melalui ilmu yang dipelajari.

Mungkin karena peraturani Nomor 4 ini yang paling ditakuti, maka dahulu dikatakan kebanyakan ilmu leak dipelajari oleh kaum perempuan, sebab kaum perempuan biasanya lebih kuat menahan nafsunya. (Red/artaksu)