Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Peristiwa

Lestarikan Endek, Pemkot Denpasar Gelar Workshop

Kain Endek merupakan salah satu warisan budaya yang bernilai tinggi dan dikagumi dunia. Untuk melestarikan ketrampilan menenun endek, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depasar bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar dan Kelurahan Ubung menggelar Pelatihan Menenun Endek yang dibuka oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar IA Selly Mantra pada Senin (8/7) pagi di Workshop Pengerajin Kwace Bali Lingkungan Sedana Mertha Ubung.

Baca Juga: PPDB Tingkat SMP di Denpasar Mulai Hari ini, Tidak Ada Istilah Antre

Ketua Dekranasda Kota Denpasar IA Selly Mantra menyampaikan bahwa pelatihan ini sebagai upaya melestarikan tradisi dan warisan budaya endek. “Peminat tenun endek di Denpasar makin meningkat, sayangnya para pengerajin yang menekunin masih terbatas,”tegasnya dengan ramah.

Pihaknya berharap melalui pelatihan ini dapat memenuhi kebutuhan akan kain tenun Endek dan bisa menjadi sumber pendapatan bagi keluarga. Bahkan kini tenun endek banyak dipergunakan dalam desain adi busana karya para perancang tersohor.

Sementara itu Lurah Ubung I Wayan Ariyanta mengapresiasi dilaksanakannya pelatihan tersebut yang dinilainya akan sangat bermanfaat bagi warga Kelurahan Ubung. “Harapannya ke depan para pengerajin endek di Kelurahan Ubung makin meningkat sehingga dapat berdampak pada makin  majunya produksi endek di wilayah Kota Denpasar,” tegasnya.

Baca Juga: Layanan Satu Pintu, Urus Paspor Cukup di MPP Graha Sewaka Dharma

Lebih jauh diharapkannya minat dan animo masyarakat terhadap kain warisan budaya yang luhur ini akan makin meningkat. “Tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat Ubung,” ujarnya.

Dampak lainnya yag diharapkan bahwa endek dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif UKM dalam mendukung Kota Denpasar sebagai Kota yang Berwawasan Budaya. Pelatihan yang digelar selama seminggu ini diikuti oleh 15 peserta. Instrukturnya merupakan praktisi Tenun Patra I Gusti Made Arsawan. (Red/Dhi/Rls)