kabar Utama

Lima Tahun Berkarya, LS Berbagi Kasih di Panti Asuhan

Ketika sebagian band atau solois memilih untuk melakukan launching karya dengan sebuah pesta dan/ atau menggelar sebuah konser, berbeda halnya dengan Leeyonk Sinatra (LS).

Band yang digawangi oleh Jigho, Bolo dan Yudi ini mengadakan pesta peluncuran single sekaligus video clip mereka yang bertajuk Happy Birthday di Panti Asuhan Semara Putra pada 23 Februari lalu yang sekaligus bertepatan dengan hari jadi mereka ke Lima Tahun.

Baca Juga :

“Lima tahun kami berkarya, kami merasa inilah saatnya untuk berubah dan di tahun 2019 ini kami perlahan akan melakukan perubahan,”ujar Bolo front man.

Acara pun berlangsung cukup sederhana dimana acara diawali dengan berkumpul bersama sembari menyanyikan beberapa lagu jagoan dari LS semisal Tetep Makenyem, LDR dan Kamu Sing Nawang. “Saya kaget juga melihat ini, sebab hampir seluruh anak – anak hafal dengan lagu LS,” imbuh pria pemilik nama lengkap Putu Indra ini.

Anak – anak panti asuhan yang sebagian besar merupakan penyandang disabilitas itu cukup antusias dengan kegiatan yang digelar oleh Leeyonk Sinatra, bahkan ada salah satu anak yang sempat unjuk kebolehan dengan tampil menari. “Ide ini sebenarnya telah ada sejak dua tahun lalu, namun tahun ini baru terwujud,”ungkapnya.

Terlepas dari kesederhanaan acara, Bolo cs menceritakan jika lagu Happy Birthday akan masuk dalam album ke-3 mereka yang rencananya akan rampung tahun ini. Pada dasarnya, lagu itu ia ciptakan dan ia dedikasikan untuk seluruh Timpal Sederhana –sebutan fans LS—dan seluruh umat. “Ulang tahun itu setiap hari digelar dan kami berharap lagu ini bisa diputar setiap perayaan ulang tahun seperti halnya lagu dari Jamrud,”pungkas pria berambut panjang ini.

Yang istimewanya lagi adalah, lagu tersebut menjadi lagu pertama Leeyonk Sinatra yang menggunakan bahasa Indonesia secara utuh. Mereka berharap dengan memakai bahasa Indonesia full, karyanya  diharapkan bisa diterima secara nasional. “Kami tidak akan berpindah ke bahasa Indonesia, kami tetap Leeyonk Sinatra yang dahulu,”sahut Jigo sang pianis.

Ditahun 2019 ini sekaligus menjadi titik awal pembenahan diri bagi LS, proses pendewasaan dan tentunya pendewasaan berinteraksi sesama personel, menjaduhi alkohol dan rokok serta ikut kampanyekan hidup sehat. “Kami selama ini sangat sibuk dan bertemu ketika manggung saja, kami tidak ingin itu terjadi lagi. Begitu juga pada riders kami, biasanya akan mencantumkan alkohol, saat ini kami menggantinya dengan susu,”tegasnya.

Kilas Balik

Leeyonk Sinatra terbentuk sejak 2003 yang kala itu masih bernama Leeyonk ajak Telu dengan formasi awal Alit Budiarta (bass) Putu Indra (gitar vocal) dan Kejot (drum) dengan genre awal mereka adalah punk rock berbahasa Bali. “Kami bubar tahun 2007 dengan alasan kesibukan. Lalu saya pribadi sempat juga bersolo karir dengan single pertama berjudul Tari Sing Pedidi,”paparnya.

Kala menjalankan solo karir, Putu Indra mengganti kata Ajak Telu dengan Sinatra sebagai rasa kekagumannya terhadap sosok penyanyi legendaris dunia, Frank Sinatra. “Singkatnya adalah ketika tahun 2013 saya bertemu dengan Yudi Dharmawan vocalis saya saat ini, dan ini semakin kuat ketika Jigo ikut bergabung bersama kami,”kenangnya.

Leeyonk Sinatra menjadi semakin popular ketika dikeluarkannya album “Bahagia Itu Sederhana” di tahun 2014. Namanya semakin mencuat meski pro dan kontra terhadap gaya bahasa yang mereka gunakan cendrung mengawinkan beberapa bahasa. Dan kini, ditahun ke- 5 Leeyonk Sinatra berharap tetap menjadi inspirasi dan mampu memberikan kisah terbaik untuk para pendengarnya. (Red/Dhi/Mik)

Comments

comments