Gumi Bali

Melasti dan Tujuannya Menurut Lontar Sundarigama

Melasti biasanya dilangsungkan oleh umat Hindu sebelum melangsungkan Catur Barata Pnyepian. Namun di beberapa kesempatan melasti dilakukan setelah Nyepi. Berdasarkan Lontar Sundarigama, nyepi ternyata memiliki empat tahapan yang wajib dilalui.

Melasti salah satunya, melasti sendiri merupakan proses penyucian yang dilakukan di pantai, sungai atau danau. Melansir dari laman Tribun Bali, Secara tekstual menurut Lontar Sundarigama disebutkan bahwa Para Dewata harus menyucikan raga beliau kembali dengan cara mencari tirta kamandalu yang berada di pusat samudra atau dalam lontar disebutkan angamet tirta kamandalu ri telenging samudra.

Baca Juga :

“Itulah sebabnya sebelum melaksanakan Hari Raya Nyepi harus ada melasti atau mekiis,” kata Putu Eka Guna Yasa selaku Dosen Bahasa Bali di Universitas Udayana yang saat itu sekaligus membantu menerjemahkan teks pada lontar tersebut.

Dalam lontar tersebut dikatakan :

Ateka ring cetra masa ring tilem kunang, pasucian watek Dewata kabeh, An ring telenging samudra camananira.

“Apabila sudah tiba saatnya cetra masa (bulan kesembilan) atau sasih kesanga yang umumnya jatuh pada bulan Maret, para Dewata itu melakukan penyucian, tempat penyucian beliau berpusat di pusat samudra,” kata Guna menterjemahkan isi lontar tersebut.

Ameta sarining amertha kamandalu, yogya wang kabeh ngaturaken puja kerthi

“Tujuannya adalah mencari amertha kamandalu (air suci kehidupan yang disebut amertha kamandalu). Sehingga pada saat itu, patutlah manusia melakukan upacara ring sarwa Dewa kramania,” imbuh Guna.

Baca Juga :

Karena hal itulah, maka sebelum Hari Raya Nyepi, masyarakat Bali yang beragama Hindu melasti ke laut.

Biasanya dalam melasti tersebut, pralingga-pralingga Ida Bhatara yang berupa rangda, barong, arca, pretima juga diiring (diikutsertakan), karena esensi dari melasti tersebut adalah penyucian.

Selain itu saat melasti masyarakat juga akan melakukan persembahyangan yang ditujukan kepada Ida Bhatara Baruna atau Dewa penguasa laut.

Sehingga melasti itu bukan sekadar datang ke segara (laut) ramai-ramai, namun juga dibarengi dengan niat yang tulus. (Red/Dhi/Mik)

Comments

comments