Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Mengawali Karier Sebagai Psikolog, Seniman Ini Pecahkan Rekor Muri – kabarbali.id
kabar Utama

Mengawali Karier Sebagai Psikolog, Seniman Ini Pecahkan Rekor Muri

Seniman asal Surabaya yang kini menetap di Bali, Arya Trimni Putra kembali melakukan gebrakan dengan melakukan live painting nonstop selama satu bulan (14 Februari-16 Maret 2019) yang sekaligus akan mecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dari katagori lukisan terbanyak yang dikerjakan secara live. Arya sendiri selama sebulan akan  melukis sebanyak 1000 lukisan abstrak.

Baca Juga :

Secara meneyeluruh, Arya melukis dengan berbagai ukuran yakni 130×130 untuk ukuran paling besar dan 60×80 ukuran terkecil.  Sehari sebelum memulai proses pemecahan rekor, Arya membuka pamerannya yang bertajuk Art Is Unlimited di Sudakara Art Space, Sanur. Seniman yang mengawali kariernya sebagai seorang psikolog ini mengaku jika hal serupa pernah ia lakukan namun dengan waktu yang lebih singkat. “Sebelumnya saya melakukan pameran sambil live painting selama satu minggu,”katanya. Kamis, (14/2).

Lukisan yang ia pajang dipameran sebanyak 14 karya yang terdiri dari dua genre yakni realis dan abstrack. Selama pameran berlangsung Arya melukis secara live selama 12 jam yang dimulai dari pukul 10.00 hinga 22.00 wita dan direkam menggunakan camera CCTV. “Lukisan yanng dipajang ini dilelang dan begitupun dengan lukisan live nanti. Seluruhnya akan dilelang dan hasil penjualan sepenuhnya di sumbangkan untuk Yayasan Sayangi Bali,”ucapnya.

Perjalanan karier Arya hingga saat ini sebagai seorang pelukis cukup menginspirasi dimana sebelum ia memulai menorehkan tinta di atas kanvas sebagai bentuk luapan emosi diri dan ruang ekspresi ditahun 2001, Arya mengalami cobaan yang sangat berat dimana ia kehilangan ibu dan istrinya. “Seorang teman kemudian memberikan saya kanvas dan hasilnya kata teman – teman sangat diluar dugaan. Dari sanalah saya memulainya,”kenangnya sembari mengatakan jika dirinya melakukan live painting ruang pamerannya itu.

Baca Juga :

Lebih lanjut, ia mengatakan jika pameran itu sekaligus menjadi moment untuk memperingati cinta sejati tanpa syarat yang terinspirasi oleh kehidupan masa lalu sang seniman. “Tidak hanya itu, pameran dan pemecahan rekor ini sekaligus menjadi bentuk tanggapan saya terhadap masyarakat modern sat ini,”imbuhnya.

Ia menilai kehidupan masyarakat saat ini cendrung ke hal yang instan padahal hasil dari apa yang dilakukan secara manual justru lebih memiliki nilai. (Red/Dhi/Dek)

Comments

comments