Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Musik dan Tari Inovatif “Ghni Wanara” Cermin Kebinekaan Nusantara – kabarbali.id
Kabar Seni

Musik dan Tari Inovatif “Ghni Wanara” Cermin Kebinekaan Nusantara

kabarbali.id — Tidak hanya menampilkan kesenian dari Bali saja, ajang Pesta Kesenian Bali juga menghadirkan kesenian dari luar Bali seperti kolaborasi yang ditampilkan oleh Komunitas Seni Dewari Swari,  Karangasem dan Sanggar Kamlaka Sound of Archipelago. Selasa (3/7).

Baca Juga :

Kolaborasi yang mementaskan Musik dan Tari Inovatif “Ghni Wanara” itu pun mendapat sambutan yang cukup hangat dari para penonton yang telah memenuhi Kalangan Madya Mandala. Kolaborasi yang dimulai pada pukul 17.00 wita itu pun diawali dengan Gambelan Tabuh Pemedal Komunitas Seni Dewari Swari dan disusul penampilan dari Sanggar Kamlaka Sound of Archipelago yang membawakan beberapa karya seperti Gila TV, Subokastowo, Moksa, Fantastik Ondel-Ondel hingga Jejel Riyel.

Dwi Tryo, pelatih dari sanggar Kamlaka Sound of Archipelago mengatakan jika dirinya tak menyangka akan tampil dalam event tahun itu dan cukup merasa senang mampu menghibur dan memperkenalkan aneka kesenian di Indonesia. “Saya awalnya tidak berfikir untuk tampil di PKB, namun atas informasi dari sahabar saya dari Bali yang kebetulan tampil di PKB saya akhirnya tampil berkolaborasi,”ucapnya kepada kabarbali.id.

Setidaknya Tyo dan rekannya perlu waktu kurang lebih satu bulan untuk menyingkronkan antara gamelan Jawa dan Bali sebab ada banyak perbedaan yang ditemukan. “Kalau saya kolaborasi dengan kesenian khususnya musik dari wilayah lain itu cukup mudah sedangkan Bali, saya perlu waktu lebih sebab banyak perbedaan disini seperti nada hingga speednya,”ujar Tyo.

Ia pun menceritakan jika sanggarnya itu dibentuk guna memperkenalkan kembali kesenian Indoensia yang hampir terlupakan oleh perkembangan jaman. “Musik kami ini memadukan dua jeni musik yakni pentatonis dan diatonis kemudia lagu yang kami bawakan adalah lagu-lagu daerah agar masyarakat milenial tidak melupakan karya tersebut namun kami membawakannya dengan arransemen yang modern,”katanya.

Selain menampilkan kolaborasi musik dan membawakan sejumlah lagu, dalam kolaborasi itu juga menampilkan tarian yakni Tari Brahma Rupa yang mengisahkan Dewa Catur Muka yang tergoda oleh kecantikan Sang Dewi dan Tari Inovatif Ghni Wanara yang mengihaskan tentang semangat juang Hanoman dalam usaha menyelamatkan Sita. .

Tyo mengharapkan setelah kolaborasi itu masyarkat Indonesia mau belajar dan ikut melestarikan seni dan budaya yang ada kendati perkembangan jaman semakin pesat. “Jaman boleh saja maju, namun tradisi jangan sampai hilang begitu saja,”tegasnya.(Red/Ton/Jia)

Comments

comments

Related Posts