Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Kabar Seni

Narend, Dalang Cilik Yang Kampanyekan Isu LIngkungan

Festival Tepi Sawah memang beda dan tentu cukup unik, bukan saja dari konsep namun dari sisi pengisi acara. Seperti pada hari pertama misalnya, gelaran yang memasuk tahun ke-3 ini menghadirkan seniman cilik asal Denpasar yang lihai memainkan wayang kulit khas Bali.

Namanya Putu Adhyaksa Narendra Krishna atau yang lebih dikenal sebagai Narend. Diusianya yang baru 7 tahun, ia sangat lihai memainkan wayang begitupun dengan alur cerita yang ia bawakan, meski tidak sepenuhnya menggunakan bahasa Bali.

Baca Juga: Seniman Norwegia Hadirkan “Pertunjukan Konser Visual” di Bentara Budaya Bali

Anak dari pasangan Putu Agus Krishna dan Dani Melisa ini tampil sekitar pukul 14.00 wita yang berlokasi diarea Batan Kayu. Puluhan penonton pun antusias menonton pertunjukan yang juga dikenal sebagai wayang lemah itu. “Narend tadi membawakan ceritra Palguna Wana Kerthi yang artinya menjaga dan melestarikan lingkungan,”sahutnya saat ditanya usai pementasan. Sabtu (6/7).

Narend, tampil tanpa menggunakan naskah dan ia pun siang itu ditemani kedua orangtuanya. Menurut sang ayah, Narend mulai tertarik pada seni pewayangan sejak usianya masih 1,5 tahun. “Saat itu dia meminta wayang dan saya perhatikan dia itu langsung mengerti dan nyambung dengan wayang dan cerita,”ucap sang ayah yang menemaninya pestas saat itu.

VIDEOnya Klik DISINI

Menurutnya, Narend sering latihan wayang bersama Agung Surya dan latihannya pun tidak secara rutin hanya mengikuti keinginannya, maklum saja Narend yang saat ini masih berusia 7 tahun masih sama selayaknya anak-anak seusianya. “Saya tidak mau memaksakan biarkan saja,”imbuh pria yang juga vocalis dari band Parau ini.

Baca Juga: Djaja Tjandra Kirana Rayakan Ulang Tahun Dengan Pameran Tunggal

Ia menuturkan, prihal perfome disetiap undangan tidak serta merta mengiayakan tawaran, ia sebelumnya akan melakukan pendekatan dulu kepada Narend. “Pernah saya menerima semua tawaran tapi Narend tak mau dan hasilnya tak maksimal,”ucapnya.

Lebih lanjut diceritakan, sebagai orang tua ia hanya mensuport sang anak selama itu hal positif. “Ya kami mendukung saja,”tambahnya. (Red/Dhi/Zal)