Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Pentaskan Calonarang, Sanggar Grongseng Poleng Libatkan Penonton – kabarbali.id
Kabar Seni

Pentaskan Calonarang, Sanggar Grongseng Poleng Libatkan Penonton

kabarbali.id — Calonarang menjadi tontonan yang selalu ditunggu-tunggu dan menjadi perhatian banyak pasang mata dalam ajang Pesta Kesenian Bali, tak terkecuali pementasan calonarang dari Sanggar Grongseng Poleng, Kerobokan, Kuta Utara, Badung. Selasa (10/7) yang sukses membius penonton PKB ke 40 tahun 2018.

Mengambil judul “Niscarya Lingga”, dikemas dengan konsep prembon dan dikemas dalam cerita pertarungan Walu Nateng Girah dan Mpu Baradah. Tidak seperti biasanya, dalam pementasan malam itu menggunakan enam watangansekaligus yang melibatkan penonton sekitar sehingga kesan magis kala itu semakin terasa.

Ida Bagus Sudiksa, MM. selaku penganggungjawab pementasan itu menuturkan jika niscarya itu merupakan ilmu yang mampu membunuh dan menghidupkan. “Niscarya itu adalah sebuah ilmu dan calonarang sendiri menceritakan gambaran  black magic dan white,”ungkap dosen Ekonomi Fakultas Ekonomi  Unud ini.

Lanjut Sudiksa, pihaknya mengakui pemahaman filosofi bagi  kebanyakan penonton belum sepenuhnya sebagai penikmat seni. ” Yang kita harapkan selain menjadi penonton jadilah penikmat seni yang baik. Kalau menjadi penikmat tidak ada yang memandang pentas calonarang hanya sebagai ajang kontestasi, mulainya kita  memahami inti filosofinya,” harapnya.

Penonton yang memadati Kalangan Ayodya sejak awal itu pun tampak terhanyut mengikuti alur kisah pementasan malam itu. Judul karya Calonarang Niscarya  Lingga ini membuka pengelihatan Mpu Baradah bahwa lontar  yang menjadi sumber kesaktian calonarang.

Disisi lain, I Made Agus Adi Santika yang turut andil dalam penggarapan malam itu menuturkan jika dalam proses penggarapan calonarang itu tidak menemui halangan berarti sebab menurutnya faktor kebiasaan adalah hal yang utama dalam proses kelancaran acara. “Ini berbicara kebiasaan, Hanya saja kendala yang sering kita temui lebih kepada persiapan khususnya properti,”tegasnya.

Dalam pementasan malam itu, calonarang digarap dengan karakteristik semi-klasik yang menggabungkan calonarang klasik dan modern.(Red/Ton/Rai)

Comments

comments

Related Posts