Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Prodia Nutrigenomics, Cara Untuk Mengenali Kebutuhan Nutrisi – kabarbali.id
Health

Prodia Nutrigenomics, Cara Untuk Mengenali Kebutuhan Nutrisi

Jumlah kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan setiap orang berbeda berdasarkan kondisi tubuh masing-masing, namun yang utama adalah berdasarkan gen dalam tubuh. Gen berpengaruh pada sifat, fisik, kesehatan dan respon tubuh terhadap berbagai macam nutrisi.

Tidak hanya kebutuhan nutrisi yang berbeda, akan tetapi jenis serta jumlah olahraga setiap orang juga berbeda. Nutrisi dan latihan fisik dengan porsi yang sama, belum tentu memberikan efek yang sama bagi setiap orang. Kebutuhan tersebut bersifat spesifik untuk satu individu. Bahkan, anak kembar pun bisa memiliki kebutuhan nutrisi, jenis dan jumlah olahraga, hingga risiko penyakit yang berbeda.

Baca Juga: Gourmet Sate House, Konsisten Rasa Selama 5 Tahun

Hal tersebut membuat Prodia menyadari pentingnya mengedukasi masyarakat tentang kebutuhan nutrisi setiap individu yang berbeda satu sama lain, sehingga dengan mengetahui kebutuhan nutrisi apa yang tepat untuk tubuh dapat menjaga kesehatan dan mencegah timbulnya beragam risiko penyakit.

Edukasi kepada masyarakat tersebut dilakukan Prodia dengan menyelenggarakan Seminar Nasional untuk awam dengan tema “Get Nutrified? Ask Your DNA!”. Seminar ini diselenggarakan di Harris Hotel and Conventions Center, Sabtu, 29 Juni 2019. Hadir sebagai pembicara, yakni DR. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, MSc, Akp, Sp.GK dan Nur Ainsyah Oktavia, S.Si, MM, yang dimoderatori dr. Agustinus I Wayan Harimawan, Sp.GK yang memperkenalkan dan memaparkan lebih jauh tentang Personalized Nutritions.

Dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, MSc, Akp, Sp.GK mengatakan bahwa makanan “sehat” pun bisa menyebabkan sensitivitas dan jenis makanan tertentu akan memiliki risiko yang berbeda untuk setiap orang terhadap penyakit tertentu. “Makanan cepat saji misalnya, akan mengaktifkan potensi sel kanker, sedangkan makanan yang mengandung gula tinggi punya risiko terjadinya peradangan. Hal ini tentu akan menimbulkan risiko penyakit yang berbeda dengan orang yang sukanya makan buah, sayur, dan minum air putih,” jelas DR. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, MSc, Akp, Sp.GK.

Baca Juga: Seniman Norwegia Hadirkan “Pertunjukan Konser Visual” di Bentara Budaya Bali

Marketing Communications Manager Prodia yakni Reskia Dwi Lestari berharap Seminar Nasional untuk awam ini dapat mendukung masyarakat menjalani gaya hidup sehat dengan baik dan benar sesuai kebutuhan tubuh masing-masing. “Saat ini sudah mulai menjadi tren dikalangan masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat seperti menjalankan diet mayo, diet keto, melakukan yoga, zumba, pound fit atau lari marathon dan kegiatan fisik lain, namun justru mereka belum tahu apakah pilihan makanan dan kegiatan fisik itu sudah tepat untuk tubuh mereka atau belum. Selain tidak efektif, tentu kita tidak ingin ketidaksesuaian tersebut malah menimbulkan risiko penyakit,” jelas Reskia.

Baca Juga: Satu Pintu, Jenius Untuk Masyarakat Milenial di Bali

Selaras dengan pernyataan Reskia, Product Specialist Prodia Nur Ainsyah Oktavia, S.Si, MM mengungkapkan pentingnya untuk terlebih dahulu mengetahui kebutuhan tubuh agar dapat memilih dengan tepat makanan ataupun jenis kegiatan fisik yang sesuai dan hal tersebut dapat dilakukan dengan melakukan Pemeriksaan Prodia Nutrigenomics, salah satu rangkaian pemeriksaan Prodia Genomics.

“Prodia Nutrigenomic cukup dilakukan satu kali seumur hidup, untuk dapat mengetahui efek dari nutrisi terhadap gen, serta interaksi antara gen dan nutrisi yang berkaitan dengan kesehatan sehingga dapat digunakan sebagai baseline dan guidence untuk melakukan gaya hidup yang sesuai ” tutup Nur Ainsyah Oktavia, S.Si, MM.

Seminar Nasional awam ini akan hadir di 22 kota di Indonesia, yakni Banda Aceh, Yogyakarta, Batam, Bandung, Pekanbaru, Semarang, Lampung, Medan, Jakarta, Balikpapan, Makassar, Samarinda, Manado, Denpasar, Surabaya, Padang, Bogor, Palembang, Solo, Banjarmasin, Malang dan Cirebon. (Red/Rls)