Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Puja Astawa, Ngelawak Itu Susah – kabarbali.id
Kabar Seni Kabarbali.id

Puja Astawa, Ngelawak Itu Susah

Kabarbali.id (Denpasar) – Belakangan ini nama seorang Puja Astawa tengah menjadi perbincangan banyak orang khususnya warganet, bagaimana tidak lawakannya yang segar, dan sarat akan edukasi tersebut dikemas secara apik oleh pria asli Buleleng tersebut. Ternyata pemilik nama lengkap Kadek Puja Astawa itu memiliki kisah yang cukup unik dibalik pembuatan videonya.

Pria yang akrab disapa Puja tersebut mengakui dirinya tidak menyangka jika videonya akan menjadi viral kendati demikian, dia cukup merasa senang bisa menghibur masyarakat. “Saya tidak menyangka akan seperti ini (viral-red), ya senang juga bisa membuat penonton terhibur dengan karya yang saya miliki,” ucapnya kepada Kabarbali.id saat ditemui di Ayam Kremes Cak Iwan, Kamis, 18 Januari 2018.

Baca Juga : Manfaatkan Teknologi, Pria Ini Sukses Menjadi Artis

Lebih lanjut, pria yang juga seorang karateka tersebut mengungkapkan alasan keterlibatan keluarga didalam videonya tersebut. “Sebenarnya saya memang basic sebagai seorang photo dan videographer, masalah kenapa saya melibatkan keluarga, karena saya belum mampu untuk memberikan bayaran kepada para talent, jadi saya gandeng saja keluarga termasuk orangtua saya,” paparnya.

Puja Atawa seniman. Image/GDE

Bagi Puja Astawa, tujuan utama dalam setiap karyanya adalah memberikan sebuah edukasi yang kisahnya dia ambil dari kesehariannya. “Tujuan utamanya adalah edukasi, bukan sekedar ngelawak jika masalah inspirasi saya ambil dari keseharian saja,”katanya lagi.

Baginya, membuat konsep dan sekaligus bertindak sebagai pelawak adalah tantangan utamanya saat berkarya. “Membuat konsep yang fresh juga cukup susah apalagi jadi seorang pelawak, itu memiliki tingkat kesusahan yang tinggi dan tidak sembarangan dalam melakukannya, apalagi saya tidak memiliki bakat acting,”ucapnya.

Dia tidak menampik jika semua dipelajarinya secara mandiri alias otodidak. Dia juga mengatakan jika dirinya sempat vacuum pasca video pertamanya dibuat. “Video pertama saya berjudul Gempa, yang di publish pada bulan Januari 2017 lalu, kemudian saya berhenti sejenak dan baru mulai lagi pada bulan November 2017,”pungkasnya.

Saat ditanya tentang bahasa yang digunakan, Puja hanya menjawab jika bahasa yang digunakan adalah bahasa keseharian. “Banyak yang bertanya dan tidak sedikit yang protes kenapa saya menggunakan bahasa ‘kasar’, jawabannya ya hampir sebagian masyarakat Bali menggunakan bahasa tersebut, terlebih saya sebagai orang Buleleng, tentu itu adalah ciri khas,” ucap bapak 3 anak tersebut.

SAMPAI KAPAN AKAN BERSEMBUNYI

A post shared by puja astawa (@haipuja) on

Saat ditanya tentang nama “Hi Banana” yang tertempel pada baju yang dikenakan dalam videonya, Puja menjawab dengan sederhana dimana nama tersebut cukup mudah diucapkan dan mudah diingat. “Sekalipun anda orang Afrika, Amerika bahkan Korea sekalipun, anda pasti dengan mudah menyebut dan mengingatnya,”tutupnya.

Puja juga mengatakan jika dirinya berkeinginan untuk berkolaborasi dengan seniman Bali, salahsatunya adalah Arti Bali.[GDE/FAJ]