Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Pura Sebagai Peninggalan Terakhir Bali – kabarbali.id
SosPol

Pura Sebagai Peninggalan Terakhir Bali

Keberadaan “pura kuno” di Bali kian tergerus. Dalih pemugaran dan memperbaiki menjadi alasan yang cukup kuat hingga ornamen asli pun menghilang dan hal tersebut diprediksi mampu memicu terhapusnya keberadaban Bali era mendatang.

Baca Juga : DPK Peradah Bangli Dilantik, Diharapkan Totalitas Bantu Umat

“Dalam proses pemugaran inilah bahan dasar dari pura seperti bata dan padas tergantikan oleh bahan lainnya. Bukan tidak boleh namun tergantinya bahan aslinya dengan bahan lain akan menghilangkan filosopi, juga melanggar bisama raja Bali terdahulu,” kata Nyoman Iwan Pranajaya selaku pelestari cagar budaya saat ditemui di kawasan Denpasar, beberapa waktu lalu.

Ia mngatakan jika Bali telah mengalami kehilangan begitu banyak sejarah. Baginya, ornamen pura merupakan strategi leluhur masyarakat Bali dalam mengingatkan generasi tentang sejarah Bali, agar tidak mengalami krisis sejarah di masa mendatang.

“Banyak milik Bali yang di rampas atau dihilangkan dan yang tersisa salah satumya ada pura. Saya hanya tidak mau Bali hilang jati diri,”tegasnya sembari menjelaskan jika pura memang cukup sulit dipahami.

Ia memulai perjalanan sejak tahun 2012 lalu dan merancang sebuah Yayasan dengan basis pelestarian sejarah Bali. “Jelas tujuan kami membentuk ini sebagai bagian dari membantu generasi berikutnya mengungkap peradaban dan mengembalikan jati diri Bali, yang sejatinya pusat sejarah di luar Bali,”imbuhnya.

Dengan nama Sandi Pangkaja Majapahit, Yayasan tersebut direncanakan bersinergi dengan pemerintahan, seperti PHDI dan Dinas Kebudayaan.

Hal tersebut ia lakukan untuk mempermudah pergerakan dan mencegah masuknya politik ke ranah agama.

“Kami kejar-kejaran, pemugaran berkedok politik justru menghilangkan sejarah, sedangkan kami berusaha melestarikan sejarah,” tutupnya.(Red/Jik)

Comments

comments