Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Pura Taman Masceti, Angker dan Diyakini Sebagai Tempat Memuluskan Karir – kabarbali.id
Gumi Bali

Pura Taman Masceti, Angker dan Diyakini Sebagai Tempat Memuluskan Karir

Tentu bagi warga kabupaten Gianyar tidak asing jika mendengar nama Pura Masceti yang letaknya di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Sepintas, Pura ini tidaklah berbeda dengan kebanyakan pura lainnya yang ada di Bali, nah yang menarik dari tempat ini adalah keangkeran dari areal pura ini, tepatnya Pura Taman Masceti yang posisinya persis berada di sebelah barat dari Pura Masceti

Dilansir dari laman Baliexpress Pura Taman Masceti memiliki sebuah kolam teratai besar dengan satu palinggih pengayengan dan sebuah palinggih disisi utaranya. Terlihat pula sebuah pohon kepuh tua yang menaungi palinggih tersebut. Konon Pura Taman Masceti merupakan pengayengan Ida Bhatara Baruna beserta para perewangannya.

Baca Juga :

Tidak hanya itu, Pura Taman Masceti juga dikenal sebagai pura tempat memohon kawisesaan. Ini tak lepas dari banyaknya pemedek yang datang ke pura ini merupakan balian. Hal itu pun diungkapkan langsung Mangku Pura Masceti, Jro Mangku Puspa ketika ditemui disela-sela piodalan pada Selasa (15/1) lalu. “Pura Taman Masceti fungsinya sebagai tempat pesinggahan Ida Bhatara Masceti ketika tedun. Memang disini dikenal sebagai tempatnya nunas kawisesaan,” terangnya.

Dengan keyakinan itu, diakui pula banyak pantangan yang tidak boleh dilanggar para pemedek yang datang. Seperti tidak diperbolehkan memberi makan ikan yang ada di kolam teratai. Lalu tidak boleh mengambil air di kolam dan bersembahyang dengan menggunakan bunga pucuk. “Kenapa tidak boleh? Karena kolam teratai yang berada di Pura Taman Masceti ini bagi kami sangat sakral. Baik itu ikan, air maupun bunga teratainya sangat berharga dan keramat untuk kami. Jangankan orang luar, kami yang biasa ngayah di sini saja tidak berani,” terangnya.

“Kalau itu, semua kembali kepada kepercayaan masing-masing. Namun dalam hidup ini rwa bhineda selalu seimbang. Antara sekala dan niskala, siang dan malam, jahat dan baik, semuanya selalu seimbang,” jawabnya tatkala ditanya mengenai apa yang akan terjadi jika ada yang melanggar pantangan.

Selain diyakini sebagai tempat memohon kawisesaan para balian. Pura Taman Masceti juga dipercaya dapat memuluskan karir ataupun kesuksesan dalam berbisnis, termasuk untuk urusan CPNS (calon pegawai negeri sipil). Tak heran, banyak CPNS hingga calon legislatif yang datang untuk bersembahyangan. “Kalau untuk mebakti (sembahyang) biasa, misalnya nunas naik pangkat, caleg hingga lulus CPNS biasanya di palinggih Pengayengan yang terletak di tengah-tengah kolam teratai. Kalau yang nunas kawisesaan biasanya di palinggih sebelah utara, yang berada di bawah pohon kepuh,” paparnya.

Lebih lanjut Mangku Puspa menerangkan, bukti dari terkabulnya permohonan para pemedek pun diakuinya ada. Dimana banyak CPNS yang telah berhasil lolos, akhirnya datang kembali ke Pura Taman Masceti, guna membayar sesangi atau janji ketika piodalan kemarin. “Ya cukup banyak yang datang dan mengaku berkat nunas disini mereka berhasil lulus CPNS ataupun naik jabatan. Dan kemarin ketika piodalan mereka datang membawa bebek ataupun pejati yang dijanjikan,” jelasnya.

Dikatakan pula, untuk bersembahyang ke Pura Taman Masceti secara umum memang tidak ada aturan khusus, dalam artian membawa sesajen tertentu. Terpenting bagi pemangku dengan kumis tebal ini, pemedek mesti datang dengan keadaan bersih. “Harus bersih, artinya tidak dalam keadaan cuntaka. Tidak melanggar pantangan dan mebakti dengan tulus. Itu saja cukup. Bagi yang baru pertama mungkin sebaiknya menghaturkan pejati terlebih dahulu,” pungkasnya. (Red/Dae)

Comments

comments