Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Kabar Seni

Release Genjek Boncos, Kroncong Jancuk Semakin Kuat

Kroncong Jancuk akhirnya resmi merilis single ke-3 mereka yang bertajuk “Genjek Boncos” lengkap dengan video clipnya. Sabtu (19/1) dan moment tersebut sekaligus sebagai peringatan hari jadi mereka yang pertama.

“Kami lahir 24 Desember 2017 namun hari ini kami rayakan karena moment saja. Harusnya desember kemarin karena masih ada sedikit kendala kami undur dan tidak mau memaksakan diri,”ucap Phaii.

Baca Juga :

Keroncong Jancuk sendiri mengusung genre Root Keroncong sebagai dasar mereka bermusik dan dikombinaskan dengan musik tradisi sehingga musik yang mereka tawarkan cukup fresh dan terdengar unik. “Kami memainkan ini ditengah keseragaman bermusik dan kami ingin tampil dengan gaya kami sendiri,”kataya.

Pria bertatto ini juga sekaligus mengumumkan ditengah perayaan hari jadi bandnya, ia beserta rekan-rekannya harus rela ditinggalkan oleh sang basis. Kabar tersebut pun dibenarkan oleh rekan satu bandnya. “Ya ini masalah waktu dan kami juga tidak mau mengekang, dan sementara kami gunakan editional player dulu,”imbuhnya.

Lebih lanjut, single berdurasi sekitar 5 menit itu merupakan kisah yang diambil dari cerita sehari-hari dimana seorang lelaki yang ingin mengajak pasangannya untuk bercinta namun gagal. “Liriknya memang sedikit menggelitik namun kami kemas sedemikian rupa agar tidak terkesan vulgar,”imbuh Phaii.

Konsep video clipnya sendiri dibuat berlatar belakang kerajaan yang dicampurkan dengan unsur kekinian seperti masuknya laptop dan jam tangan sehingga kesan nyentrik dan nabrak sangat jelas terlihat namun tidak menghilangkan unsur traditionalnya. “Sebenarnya ini awalnya dari kesalahan kecil kami saat shoot salah satu pemain ada yang masih memakai jam tangan dan tanpa pikir panjang ya kami sekalian saja hancurkan,”lanjutnya.

Disisi lain, menurut Gus Bajra Kroncong Jancuk sendiri adalah sebuah ungkapan rasa kagum. Terdiri dari dua kata yakni Kroncong yang diambil dari nama genrenya dan kata Jancuk diambil dari sudut pandang yang berbeda bukan mengumpat atau menghina, tetapi lebih ke sapaan keakraban.

Konon kata Jancuk lahir dari nama seorang seniman asal belanda ” Jan Cox” yang terkenal di Surabaya pada masa penjajahan Belanda, nama Jan Cox dituisi pada Tank milik Belanda, nama terserbut kemudian dipakai prajurit TKR untuk memberitahukan kedatangan musuh, sejarah tersebut menjadi dasar untuk menggunakan nama ” KRONCONG JANCUK”. “Inilah arti kata Kroncong Jancuk yang sebenarnya jika orang mengartikan berbeda ya kami luruskan sekarang,”pungkasnya.

Diusianya yang masih tergolong seumur jagung ini, Kroncong Jancuk memang tidak bisa dipandang sebelah mata sebab job manggung mereka cukup banyak dan dalam waktu dekat mini album akan mereka rilis.

Tampilkan Joged

Tidak hanya sisi musikalitas yang tampil beda, band yang digawangi oleh Gede Phaii (gitar,vokal), Sagung Diah(vokal), Eka John (drum), Gus Bajra (aerophone), Ngurah Godel (kendang sunda), Yoga Tomcat (ukulele cak), Eka Panjul (ukulele cuk), wegix oggiest (bass aditional) ini selalu tampil dengan joged disetiap penampilannya, bukan tanpa alasan mereka ingin mengubah dan mengembalika citra buruk tarian joged yang sempat tercoreng beberapa waktu lalu. ” Kami merasa sebagai orang Bali memiliki tanggungjawab untuk itu,”kata Phaii. (Red/Dhi)