Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Rename Bali, Projek Reuni Dengan Personel Lama – kabarbali.id
Kabar Seni Kabarbali.id

Rename Bali, Projek Reuni Dengan Personel Lama

kabarbali.id– Setelah sempat berganti formasi akhirnya band dengan format duo ini meluncurkan single perdana mereka yang berjudul Seribu Bintang pada 14 Desember 2017 lalu melalui platform digital. Mereka adalah Rename Bali, band asli Singaraja yang bermarkas di kabupaten Tabanan.

Guz D’kron sang front man mengatakan saat ditemui dimarkasnya, Seribu Bintang adalah lagu berbahasa Bali pertama dari Rename Bali yang di luncurkan ke publik sebagai tahap perkenalan dengan pecinta lagu Bali. “ini adalah lagu pertama kami, lewat lagu ini kami berharap bisa berkenalan melalui sebuah karya kepada pecinta lagu Bali secara khususnya dimanapun berada”, ucap Guz Mang sang vocalis sekaligus gitaris dari Rename Bali, kepada kabarbali.id 16 Desember 2017

Single berdurasi 5.32 detik tersebut dibalut dengan arnsemen musik bernada accoustik dan diproduksi secara mandiri. “lagu ini bertema cinta, lebih kepada seseorang yang sedang mencoba move on dari sebuah kegagalan dalam merajut cinta”, imbuhnya

Kiri – kanan : Guz D’kron (gitar, vocal), Dewa Cager lead gitar. Pict/ist

Band yang diperkuat oleh Dewa Cager (Lead Gitar) dan Guz D’kron (Gitar, Vocal) tersebut mengusung gendre rock accoustic dengan nuansa yang tetap santai dan eazy listening. Ketika ditanya tentang pemilihan nama Rename Bali, Guz D’kron menjelasan singkat jika nama tersebut adalah penengah dari nama band yang pernah mereka ikuti.

“Rename Bali ini sebenarnya penengah dari band yang pernah kita ikuti, seperti saya (Guz D’kron-red) pernah tergabung dalam Cassava Cake, Noname dan juga D’casver, begitupun dengan Dewa Cager yang awalnya sempat juga satu band dengan saya di D’casver dan dia juga pernah membentuk Dream Compasion, nah beranjak darisinilah kita difinisikan kedalam sebuah nama Rename, ya bisa dikatakan kita berdua reunian dan Bali adalah pulau tempat kami dilahirkan dan dibesarkan”, tuturnya

Guz D’kron menambahkan sebelum Rename Bali dibentuk secara resmi pada 5 Mei 2017, awalnya mereka beranggotakan tiga orang. “awalnya saya dan Gede Gandhi yang membuat project pasca vacuumnya Noname band kami terdahulu, saat itu belum ada nama band, ketika itu yang mengisi bagian vocal adalah Gede gandhi dan saya bagain drum barulah selang sebulan kemudian masuk Dewa Cager untuk isi posisi lead gitar namun karena kesibukannya, Gede Gandhi memutuskan diri untuk mundur dari band dan meyakinkan saya untuk mengisi posisi vocal gitar, sedangkan posisi drumnya kita masih dibantu oleh rekan lainnya”, ungkapnya.

Untuk diketahui, Rename Bali saat ini tengah mempersiapkan materi untuk mini album yang direncanakan rampung pada pertengahan tahun 2018. “saat ini sedang prepare penggarapan untuk music video seribu bintang, ya minta doa dan dukungannya saja, semoga berjalan lancar dan diterima oleh masyarakat luas.[GD14]