Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Kabar Seni

Serap Isu Terkini, Komunitas Nitirupa Gelar Pameran Samya

Sebanyak sepuluh perupa yang tergabung dalam Komunitas Nitirupa memamerkan 20 karya selama satu bulan penuh di Santrian Gallery, Griya Santrian Resort & Spa, Jl. Danau Tamblingan 47, Sanur.

Bertajuk “Samya” seluruh perupa menggambarkan isu lingkungan yang saat ini dianggap jauh dari keseimbangan. “Idenya berawal dari perbincangan tentang isu-isu terkini yang ada di negeri ini,”kata Koordinator Komunitas Nitirupa Wayan Redika. Jumat (13/9).

BACA JUGA:  Aksi Damai Dukung Polri, Driver Ojol Teriak "Bali Aman Penghasilan Gojek Lancar"

Samya sendiri menurut Redika berarti seimbang atau keseimbangan yang diambil dari bahasa Kawi atau Jawa Kuna. Ketidakseimbangan yang terjadi di berbagai tempat telah mengancam tatanan kehidupan. Kenyataan yang dihadapi dan impian tentang idealisasi kehidupan pun semakin membentang dalam batas yang entah kapan saling mampu menjangkau.

Masyarakat di Pulau Dewata sendiri memiliki rujukan  tentang Trihita Karana, tetapi Bali sendiri kini semakin kehilangan wujud kesadaran dalam memberi arti yang sebenarnya atas filosofi adiluhung tersebut. Sehingga yang dinikmati saat ini hanyalah keseimbangan yang tak seimbang.

BACA JUGA:  Media Diharapkan Edukasi Masyarakat Soal Sampah di Bali

Perupa dari Komunitas Nitirupa yang berpameran kali ini adalah Galung Wiratmaja, Loka Suara, Made Gunawan, Made Wiradana, Nyoman Sujana Kenyem, Pande Alit Wijaya Suta, Putu Bambang Juliarta, Teja Astawa, Uuk Paramahita, dan Wayan Redika.

Acara itu pun dibuka dengan pertunjukan teater dan pencinta seni Happy Salma dan pameran dijadwalkan berlangsung hingga 31 Oktober 2019.(Red/Dhi/Rls)