Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Teknologi

SMA N 1 Kintamani Jajal STEM Camp 2019

Sebanyak 650 siswa-siswi dari SMA N 1 Kintamani (gabungan dari kelas 10 dan 11) berkesempatan mengikuti Science, Technology, Engineering and Mathematics atau STEM CAMP 2019 yang berlangsung dari 28-30 April.

Baca Juga:


I Ketut Ada, S.Pd, selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Kintamani menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Lighthouse School Program (LSP) yang bertujuan  mengembangkan kapasitas siswa dalam meningkatkan kualifikasi STEM, English dan Karakter

“Jadi siswa nantinya mampu mengembangkan diri, khususnya di bidang ilmu pengetahuan dan penguasaan Bahasa Inggris serta pengembangan karakter melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna,”ucapnya. Senin (29/4).

Dia juga menjelaskan pelatihan yang dikemas dalam format camp ini menjadi alternatif dalam mengembangkan konsep berpikir ilmiah dan penguasaan Bahasa Inggris serta pengembangan karakter.

“Sebenarnya ini adalah inisiatif dari Grup Usaha Tegas Malaysia, untuk memajukan kualitas pendidikan dalam Program Pengembangan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Bangli,”imbuhnya.

Baca Juga:


Hal itu pun mendapat sambutan baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali sebagai penanggung jawab jenjang pendidikan menengah atas dan PSF-School Development Outreach (PSF-SDO) yang merupakan bagian dari Sampoerna University, sebagai perancang dan pelaksana program. Lighyhouse sendiri merupakan program pwningkatan kuitas sekolah melalui pendekatan yang intensif, komperhensif dan kolabiratif.

Sehingga, mewujudkan sistem manajemen sekolah yang akuntabel yang didukung oleh guru-guru berkualitas, terutama pada bidang STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) serta Bahasa Inggris. Melalui LSP, guru dan tim manajemen sekolah pun didorong untuk menerapkan praktik terbaik pembelajaran internasional dan kegiatan tahun uni mengambil tema “Temukan potensi diri, kembangkan karakter, dan berpikir ilmiah menuju generasi emas yang potensial”.

Selain itu, keterampilan siswa dalam berkomunikasi dalam Bahasa Inggris juga dikembangkan dan langsung dipraktekkan di lapangan. Ini terbukti dari salah satu kegiatan dengan tema  “English is Fun”,  di mana siswa mendapatkan tips berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan mempraktekkannya selama mengikuti STEM CAMP ini serta mengikuti kompetisi.

Kegiatan menarik lainnya adalah Simple Science Competition, yaitu kompetisi  berupa serangkaian kerja kelompok yang menantang siswa untuk berpikir logis melalui studi kasus atau eksperimen sederhana tentang science. 

Disisi lain, Gusman Yahya, selaku Direktur PSF- SDO, mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan melalui kegiatan STEM CAMP, siswa-siswi SMAN 1 Kintamani dapat  memaksimalkan potensi diri dalam merencanakan masa depan, berpikir secara ilmiah serta berkarakter posistif agar rasa tanggung jawab, kemandirian, dan rasa percaya diri siswa bisa lebih berkembang. (Red/Dhi/Mik)