Vermilion band : Nge-Band itu harus memiliki L2B – kabarbali.id
Kabarbali.id

Vermilion band : Nge-Band itu harus memiliki L2B

kabarportal.com – Pada dasarnya membentuk sebuah band itu siapa saja bisa, namun sering kali dipertanyakan arah dan trik bagaimana cara mempertahankan kekompakan dalam band tersebut. Banyak band yang mengalami pergantian personel, bahkan hingga berujung vakum atau malah membubarkan diri, namun tidak sedikit pula band yang bisa bertahan ditengah gempuran serta cobaan yang melanda.

Vermilion salah satu band yang cukup kuat dalam mempertahankan formasinya. Danan (vocal), Agus (drum), Ajus (keyboard), Tude (guitar), Angga (basist) adalah awak dari band yang berbasis di Denpasar tersebut, mereka cukup yakin dengan keterbukaan serta profesionalisme yang membuat mereka bertahan hingga saat ini.

Baca Juga : Heruwa “Shaggydog” : gue berkencan dengan alam lalu hasilkan Senyawa Alam.

“tentu keterbukaan dalam berkomunikasi itu penting, serta perofesionalisme itu penting dalam sebuah hubungan”. Ungkap Danan saat ditemui di basecamp mereka Jl. Ceroring 33 – Denpasar.

Band yang terbentuk pada 18 Agustus 2010 tersebut mengawali karir mereka sebagai band festival, dengan meng cover lagu-lagu dari band Bali seperti Lolot. “awalnya kita terbentuk karena kita satu sekolah sejak SMP terus mengikuti band festival dengan membawakan lagu-lagu dari Lolot Band, kebetulan kita juga memang sangat mengidolakan band tersebut”. Tutur Agus sang Drumber.

Pada awal terbentuknya Vermilion mengusung gendre  Rock dimana Avanged sevenfold merupakan salah satu influence saat mereka bermusik. Band yang sempat menjadi 10 besar diajang soundrenaline 2016 tersebut juga mengungkapkan tentang kesibukannya saat ini. “tengah mempersiapkan album yang rencananya akan kita lounching 2017 ini”. Tambah Agus.

Baca Juga : Mau Belanja Online? Ketahui dulu Tips dan Triknya

Band yang diambil namanya dari sebuah judul lagu milik SlipKnot tersebut juga sudah meluncurkan sebuah single yang berjudul “Pertiwi” dengan menggunakan bahasa Ingris. “lagu tersebut menceritakan tentang rasa syukur  terhadap kehidupan dan terselip juga pesan untuk menjaga lingkungan”. Tegas Danan sang pencipta lagu.

Berkaitan dengan gendre mereka saat ini yang berlabuh ke Reggae, Danan juga mengatakan jika peralihan gendre musik tersebut bukan tanpa alasan karena sebuah tantanganlah yang membuat keberanian mereka muncul dan lebih mengeksplore diri. “jadi jika didengar Regae yang kita bawakan tidaklah 100%, kita menyebutnya ReggaeRock, sebab di beberapa nada unsur Rock masih cukup ketal terdengar”. Ungkap Agus.

Danan juga membagi tips tentang menjaga keutuhan mereka dalam bermusik. “jadi selain keterbukaan dan profesionalisme, kita juga menerapkan system L2B yakni Link, Luck dan Bahan, Link untuk pertemanan, Luck untuk keberuntungan dan Bahan untuk materi yang kita berikan kependengar, jadi ketiga factor tersebut juga factor pendukung kita dalam bermusik”. Tutup Danan.[ART]

 

Comments

comments

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.