Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
VOB : kami dibentuk dari kemandirian – kabarbali.id
Kabarbali.id

VOB : kami dibentuk dari kemandirian

kabarportal.com – Mereka terbentuk sejak 2012 silam, yang dibentuk secara independen. Voice of Bali adalah sebuah kelompok paduan suara atau Choir asli Bali yang patut diperhitungkan keberadaannya, bukan karena siapa pembentuk dan dari latar belakang mereka namun lebih kepada prestasi yang sudah mereka persembahkan kepada Indonesia dan Bali khususnya.

Mereka yang bermarkas di Jl. Bisma Br. Tapak Gangsul Denpasar tersebut ternyata memiliki sebuah perjalanan yang unik tatkala mau mengikuti ssbuah kompetisi, semisal mereka harus mengumpulkan dana sendiri untuk sebelum berangkat ke tempat kompetisi. “benar-benar mandiri, 90% dana untuk mengikuti kejuaraan dari kami sendiri, sisanya ya suntikan dari pengurus”. Ungkap Putri Kana selaku sie Musikalitas dari choir Voice of Bali saat ditemui disela-sela istirahat mereka (30/04) di Secret Garden.

Tepat setahun pasca terbentuknya Voice of Bali di tahun 2013 Gold Medal berhasil mereka kantongi dari kategori pop & jazz serta Silver Medal dari kategori folklore pada acara Bali International Choir Competition yang pada saat itu kompetisi berlangsung di Bali. “ya mendali adalah cermin dari hasil kerjakeras kita, astungkara meski saat itu kita baru setahun terbentuk kita sudah bisa membuktikan kalau kita layak dan mampu bersaing”. Ujar perempuan yang akrab disapa Kuna tersebut.

Lebih lanjut, Voice of Bali yang berada dibawah asuhan Jhosep Sulaksana atau akrab disapa dengan nama Mas Jojo tersebut ditahun 2016 sempat memiliki cerita menarik sebelum akhirnya mereka berangkat untuk ikut kompetisi di negeri Gajah Putih Thailand. Kuna mencerita sebelum berangkat mereka harus “ngamen” dari cafe ke cafe, dari tempat satu ketempat lainnya, hal ini dilakukan semata-mata hanya untuk mengumpulkan uang sebanyak 250jt. “ya ini salah satu bentuk dari konsekuensi kita, karena jika kita mengandalkan pemerintah cukup susah dan sepertinya akan menjadi mustahil, astungkara kurang-lebih dalam waktu 4 bulan kita nerhasil mengumpulkan dana sebesar 250jt”. Tuturnya sembari melempar senyum manisnya.

Ternyata jerih payah dari group yang sebagian besar dikuasai remaja ini berbuah manis, Gold diploma kategori folklore dan mix choir pda acara 1st Lanna International Choir Competition di Chiangmai, Thailand pada Oktober 2016 kemarin sukses mereka bawa pulang ketanah air tercinta.

“kami mengikuti sebuah kompetisi bukan semata untuk mencari popularitas namun kita ikut sebuah kompetisi untuk melatih diri serta menguji tingkat kemampuan kita, selain itu kompetisi itu bagi kami adalah sebuah tempat untuk memotivasi diri”. Tuturnya.

Group vocal yang beranggota sebanyak 60 orang tersebut berharap pemerintah ikut memperhatikan serta mendukung keberadaan mereka. “ya harapan kami nantinya pemerintah bisa lebih memperhatikan lagi keberadaan kami, serta menyamaratakanlah posisi kita denga yang lainnya”. Tutupnya.

Untuk diketahui ditahun 2014 lalu Voice of Bali sempat menggelar konser tunggal yang dilangsung di Gedung Kesirarnawa kaawasan Artcentre Denpasar.[KP14]