Ala Ayuning Dewasa 4 Maret 2026: Waktunya Memuja Dewi Sri, Hindari Pindah Rumah dan Ngaben!

KABARBALI.ID– Bagi krama Bali yang hendak menyusun rencana kegiatan harian, memperhatikan Ala Ayuning Dewasa pada Rabu, 4 Maret 2026 (Rabu Kliwon Watugunung) menjadi hal yang sangat krusial. Pasalnya, hari ini tercatat sebagai Purwanin Dina, sebuah fase waktu yang secara umum tidak direkomendasikan untuk memulai pekerjaan besar atau upacara penting.

Meski demikian, energi alam hari ini memberikan pengecualian khusus bagi sektor pangan dan hobi tertentu. Berikut adalah ulasan lengkapnya:

Fokus Utama: Pemujaan Dewi Sri dan Kesuburan

Hari ini dinaungi oleh unsur Sri Murti, yang memberikan vibrasi sangat positif untuk urusan pangan. Krama disarankan untuk menghaturkan persembahan (yadnya) kepada Dewi Sri di lumbung atau tempat penyimpanan beras.

“Ini adalah momentum emas sebagai wujud syukur atas rezeki pangan. Menghaturkan bhakti kepada Dewi Sri hari ini dipercaya akan membawa keberkahan pada ketersediaan pangan keluarga,” tulis catatan wariga yang dihimpun redaksi.

Bagi semeton yang memiliki hobi atau profesi sebagai pemikat burung (mepikat), unsur Sri Tumpuk juga menjadikan hari ini sebagai waktu keberuntungan untuk turun ke lapangan.

Pantangan Keras: Hindari Pindah Rumah dan Ngaben

Namun, di balik keberuntungan sektor pangan, terdapat sejumlah peringatan “merah” yang patut diwaspadai:

  • 🚫 Larangan Pitra Yadnya (Gagak Anungsang Pati): Hari ini sangat tidak baik untuk melaksanakan upacara membakar mayat atau Atiwa-tiwa/Ngaben.

  • 🚫 Larangan Pindah Rumah & Ternak (Kala Rumpuh): Peringatan keras bagi yang berencana pindah rumah atau mulai memelihara ternak baru (ayam, itik, sapi, kerbau, kambing, babi). Energi hari ini dianggap tidak stabil untuk memulai hunian atau peternakan baru.

  • 🚫 Larangan Pertanian (Bojog Munggah): Petani diingatkan untuk tidak memulai menanam padi atau jagung pada hari ini demi menghindari kegagalan panen.

Filosofi Hari: Laku Surya dan Lebu Katiup Angin

Secara karakter, hari ini dipengaruhi oleh Pararasan: Laku Surya, yang melambangkan kewibawaan dan terang, namun cenderung keras. Di sisi lain, Pancasuda: Lebu Katiup Angin memberikan sinyal bahwa situasi batin atau rencana bisa saja tidak stabil dan mudah goyah.

“Karena statusnya Purwanin Dina, secara umum hari ini memang ‘ngerem’ dari urusan besar. Lebih baik fokus pada pemujaan dan pemeliharaan apa yang sudah ada,” tegas praktisi wariga.

Ringkasan Ala Ayuning Dewasa 4 Maret 2026:

Aktivitas Status Keterangan
Pemujaan Dewi Sri ✅ SANGAT BAIK Sri Murti (Syukur pangan).
Mepikat (Burung) ✅ BAIK Sri Tumpuk (Hobi/Keberuntungan).
Pasang Jerat Hama ✅ BAIK Kala Pati (Khusus alat perangkap).
Pindah Rumah ❌ DILARANG Kala Rumpuh (Risiko ketidakstabilan).
Upacara Ngaben ❌ DILARANG Gagak Anungsang Pati.
Tanam Padi/Jagung ❌ TIDAK BAIK Bojog Munggah (Hindari gagal tanam).

(Kab).

kabar Lainnya