TABANAN, KABARBALI.ID – Suasana Jalan Melati, Tabanan, mendadak semarak dengan nuansa merah dan gemerlap lampion. Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir langsung menutup rangkaian perayaan Imlek 2026 dalam gelaran Cap Go Meh di Vihara Dharma Cattra/Kong Co Bio, Selasa (3/3/2026).
Kedatangan orang nomor satu di Tabanan ini disambut atraksi Barongsai Pusaka Cattra yang atraktif. Tak sekadar hadir, Sanjaya juga mengikuti prosesi persembahyangan di altar vihara sebagai simbol bhakti dan doa bagi kedamaian jagat Bali.
Dalam sambutannya yang lugas, Bupati Sanjaya mengingatkan bahwa gelar Harmony Award yang disandang Kabupaten Tabanan memiliki konsekuensi moral yang besar. Ia menegaskan bahwa visi “Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani” mustahil terwujud tanpa pondasi kerukunan yang kokoh.
“Pemerintah maupun Forkopimda selalu menekankan pentingnya menjaga kerukunan. Sehebat apa pun sebuah bangsa, tanpa kerukunan tidak akan pernah bisa menciptakan keberhasilan,” tegas Sanjaya dengan nada mantap.
Ia menambahkan, harmoni di Tabanan harus dirasakan secara nyata melalui pembauran budaya, bukan sekadar simbolis. “Harmony Award bukan hanya ditempel di dinding, tetapi harus diimplementasikan dalam pembauran yang nyata,” imbuhnya.
Momentum ini juga membawa Sanjaya pada kenangan masa kecilnya di pusat Kota Tabanan. Ia mengingat betapa akrabnya interaksi antarumat saat Cap Go Meh berlangsung, terutama saat menikmati kuliner khas bersama.
“Dulu saya katakan, ayo tampilkan budayanya. Kita pasang lampion, kita fasilitasi agar menjadi semarak. Pembauran ini penting supaya kita benar-benar menjadi satu keluarga besar,” kata politisi asal Dauh Pala tersebut.
Ketua Yayasan Kertayasa Tabanan, Liem Surya Adinata, menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran bupati. Ia berharap di Tahun Kuda ini, kepemimpinan Sanjaya semakin kuat dalam menjaga toleransi di Tabanan. (Pro-Kab).