Peringati Hari Pendengaran Sedunia 2026, PKK Badung Gelar Pemeriksaan Telinga Gratis di Desa Kuwum

Ketua TP PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri bakti sosial Hari Pendengaran Sedunia 2026 di Desa Kuwum

BADUNG, KABARBALI.ID – Kesadaran akan kesehatan indra pendengaran menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Badung dalam peringatan World Hearing Day (Hari Pendengaran Sedunia) 2026. Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, meninjau langsung kegiatan bakti sosial dan penyuluhan kesehatan yang dipusatkan di Balai Banjar Kuwum, Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan RSUD Mangusada, Puskesmas I Mengwi, Klinik Gandi, serta didukung oleh relawan Gerakan Badung Peduli. Sasarannya mencakup berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga kelompok lansia di Desa Kuwum.

Dalam kunjungannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menekankan bahwa kesehatan pendengaran sering kali terabaikan dalam pemeriksaan rutin, padahal memiliki peran krusial terhadap kualitas hidup dan kelancaran komunikasi sosial.

“Kesehatan pendengaran sering kali terlupakan, padahal memiliki peran krusial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar untuk melakukan pemeriksaan secara berkala,” ujar Rasniathi Adi Arnawa.

Layanan Kesehatan Terpadu Bakti sosial ini menyediakan berbagai fasilitas layanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat secara cuma-cuma, di antaranya:

• Pemeriksaan dan pembersihan telinga khusus oleh tenaga medis.

• Pemeriksaan kesehatan umum.

• Pengecekan kadar gula darah.

• Edukasi mengenai cara merawat kesehatan telinga yang benar.

Nyonya Rasniathi juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak medis dan perangkat desa yang telah bersinergi. Ia mengingatkan bahwa deteksi dini terhadap gangguan pendengaran, baik pada generasi muda maupun lansia, dapat mencegah permasalahan yang lebih serius di masa depan.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus mendukung program kesehatan pemerintah guna menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan pemberian penyuluhan singkat kepada para lansia mengenai pola hidup sehat dan pentingnya menjaga kebersihan telinga tanpa menggunakan alat yang berisiko melukai gendang telinga. Dengan adanya aksi nyata ini, diharapkan akses kesehatan di wilayah pedesaan semakin merata dan berkualitas. (Gus-Kab).

kabar Lainnya