230 Titik Charger Tersebar di Bali, Pengguna Mobil Listrik Kini Nggak Perlu ‘Deg-degan’ Lagi

230 Titik Charger Tersebar di Bali, Pengguna Mobil Listrik Kini Nggak Perlu ‘Deg-degan’ Lagi

KABARBALI.ID – Penggunaan kendaraan listrik (EV) di Bali bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan sudah menjadi kebutuhan nyata. Data terbaru PT PLN (Persero) UID Bali mencatat lonjakan transaksi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tumbuh hingga 751 persen secara year-on-year hingga akhir 2025.

Angka pertumbuhan 7 kali lipat ini menjadi bukti sahih bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem kendaraan ramah lingkungan di Pulau Dewata kian kokoh.

Ratusan Charger ‘Kepung’ Bali

Hingga memasuki awal 2026, tercatat sebanyak 230 unit EV charger telah beroperasi dan tersebar di 164 titik lokasi strategis di seluruh Bali. Dari jumlah tersebut, PLN mengelola 150 unit secara mandiri, sementara 80 unit lainnya merupakan kolaborasi dengan badan usaha swasta.

“Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik serta pentingnya ketersediaan infrastruktur pengisian yang memadai,” ungkap General Manager PT PLN (Persero) UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, waktu lalu.

Fasilitas Lengkap: Roda Empat hingga Roda Dua

PLN memastikan seluruh pemilik kendaraan listrik mendapatkan layanan maksimal dengan pembagian fasilitas sebagai berikut:

Seluruh infrastruktur ini dipastikan memenuhi standar keamanan nasional (SNI) dan memiliki sertifikat laik operasi (SLO). “Layanan pengisian kami terintegrasi dengan Charging Station Management System (CSMS) PLN, sehingga bisa dimonitor secara real-time lewat aplikasi,” tambah Eric.

Buka Peluang Bisnis: Skema Bagi Hasil

Tak hanya membangun infrastruktur, PLN juga membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat atau pengusaha di Bali yang ingin ikut mencicipi “kue” ekonomi hijau ini. Melalui skema kemitraan yang transparan, pemilik lahan atau pemilik unit charger bisa mendapatkan pembagian pendapatan (revenue sharing) yang kompetitif.

“Kami membuka peluang kemitraan dengan skema yang berkeadilan. Seluruh transaksi dan pendapatan bisa dipantau langsung oleh mitra melalui dashboard terintegrasi,” jelas Eric Rossi.

Dengan penguatan infrastruktur ini, PLN berkomitmen mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien sekaligus menunjang sektor pariwisata Bali yang kini semakin berorientasi pada keberlanjutan (sustainability). (Kri-Kab).

kabar Lainnya