30 Tahun Dinanti ! Krama Banjar Adat Uma Kapal Gelar Karya Ngenteg Linggih

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa di Banjar Adat Uma Kapal, Kelurahan Kapal, Mengwi, Minggu (29/3/2026).

BADUNG, KABARBALI.ID – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri rangkaian upacara suci Karya Ngenteg Linggih Wraspati Kalpa, Tawur Madya, dan Padudusan Alit di Banjar Adat Uma Kapal, Kelurahan Kapal, Mengwi, Minggu (29/3/2026).

Upacara yang dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Tumbak Bayuh ini menjadi momentum sakral bagi krama setempat, mengingat karya serupa terakhir kali dilaksanakan tiga dekade silam.

Wujud Sradha Bakti dan Kebersamaan

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi atas semangat gotong royong krama Banjar Adat Uma. Menurutnya, pelaksanaan yadnya ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan fondasi kuat dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat.

“Pelaksanaan yadnya ini adalah wujud sradha dan bhakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan antarkrama,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Sentil Aturan Baru TPA Suwung

Di sela-sela prosesi upacara, Bupati juga memberikan imbauan strategis terkait isu lingkungan. Ia mengingatkan krama bahwa per 1 April mendatang, TPA Suwung akan membatasi pengiriman sampah dan hanya menerima sampah residu.

Bupati menekankan agar warga mulai disiplin memilah sampah dari tingkat rumah tangga. “Masyarakat diharapkan mampu mengelola sampah organik dan anorganik secara mandiri agar menjadi budaya berkelanjutan dan menghindari potensi sanksi hukum,” tegasnya.

Sejarah Baru Setelah 30 Tahun

Prawartaka Karya, I Ketut Catur Sanjaya, melaporkan bahwa upacara besar ini digelar sebagai tindak lanjut atas tuntasnya pembangunan Balai Banjar Uma dan gedung serbaguna di wilayah Dukuh.

“Karya ini terakhir kali dilaksanakan 30 tahun lalu. Tujuan utamanya adalah untuk Ngadegang Ida Ratu Betara Begawan Penyarikan yang berstana di Balai Banjar Uma, sekaligus menyucikan bangunan fisik yang baru tuntas diperbaiki,” jelas Catur Sanjaya.

Rangkaian upacara telah dimulai dengan prosesi matur piuning dan nunas tirta di Pura Desa Adat Kapal. Puncak acara dijadwalkan akan berlangsung pada Kamis, 2 April 2026 mendatang. (Gus-Kab).

kabar Lainnya