BADUNG, KABARBALI.ID — Pengelolaan Arak Bali memasuki fase baru yang lebih profesional. Pemerintah Provinsi Bali resmi menerima izin produksi Arak Bali dari Kementerian Perindustrian RI, menandai dimulainya pengelolaan arak Bali secara industri melalui koperasi produksi berbasis kemitraan perajin.
Izin tersebut diserahkan langsung oleh Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, kepada Gubernur Bali Wayan Koster, bertepatan dengan Peringatan Hari Arak Bali ke-6 Tahun 2026 di Nusa Dua, Kamis (29/1/2026).
Putu Juli Ardika mengungkapkan, pengelolaan produksi Arak Bali melibatkan 1.472 petani dan perajin yang tersebar di berbagai kabupaten di Bali.
“Fokus pembinaan meliputi peningkatan kualitas, standar mutu, kemasan yang aman dan menarik, serta strategi pemasaran dan promosi,” ujarnya.
Pengelolaan tersebut dilaksanakan oleh PT Kanti Barak Sejahtera, dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah pusat dan daerah, asosiasi perajin, akademisi, hingga generasi muda.
Tujuannya bukan hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi menjadikan Arak Bali sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat Bali.
Gubernur Wayan Koster menegaskan bahwa dukungan pemerintah dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Mulai dari bantuan bibit kelapa genjah cepat panen, pendampingan perizinan BPOM, hingga dukungan dari Bea Cukai.
Namun demikian, Koster juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi, salah satunya ketergantungan terhadap botol impor dari China.
“Ke depan saya berharap Bali mampu memproduksi botol sendiri agar rantai industri ini benar-benar mandiri,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur Bali juga telah mengusulkan penurunan pita cukai Arak Bali kepada Menteri Keuangan, serta memperjuangkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terhadap sistem destilasi Arak Bali.
Tingginya minat pasar terhadap Arak Bali saat ini bahkan membuat konsumen harus menunggu hingga dua minggu untuk mendapatkan produk.
“Permintaan sangat tinggi. Ini sinyal positif bahwa Arak Bali diterima pasar,” kata Koster.
Pemprov Bali optimistis, dengan ekosistem industri yang semakin matang, Arak Bali akan menjadi produk unggulan nasional yang mampu menembus pasar global secara berkelanjutan. (Rls+Kab).