76 Titik Banjir hingga Longsor Terjang Pulau Dewata, 350 Warga Mengungsi

Bali Dikepung Bencana! 76 Titik Banjir hingga Longsor Terjang Pulau Dewata, 350 Warga Mengungsi

DENPASAR, KABARBALI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melaporkan dampak serius dari cuaca ekstrem yang melanda wilayah Pulau Dewata. Hingga Selasa (24/2/2026) sore, tercatat sebanyak 76 titik bencana hidrometeorologi terjadi akibat curah hujan dengan intensitas sangat lebat.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dr. I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, SSTP., M.Si., mengonfirmasi bahwa banjir mendominasi jenis bencana kali ini dengan 42 titik kejadian.

Denpasar Titik Terparah, Ratusan Warga Mengungsi

Kota Denpasar mencatatkan titik kejadian terbanyak yakni 36 lokasi, disusul Kabupaten Badung dan Karangasem masing-masing 12 lokasi. Akibatnya, sebanyak 350 warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

“Hingga pukul 15.30 WITA, tidak terdapat laporan korban jiwa. Dampak yang ditimbulkan bersifat lokal dan terkendali,” tulis rilis resmi BPBD Bali.

Tim gabungan TNI/Polri dan relawan bergerak cepat mengevakuasi kelompok rentan. Di Sesetan, Denpasar, petugas berhasil menyelamatkan 1 bayi dan 3 balita yang terjebak banjir. Sementara di kawasan Seminyak, total 40 orang dievakuasi dari Jalan Dewi Saraswati II dan Jalan Gunung Athena II.

Sirine Tukad Badung Berbunyi: Status Siaga

Akumulasi hujan lebat di wilayah hulu memicu kenaikan drastis debit air di Tukad Badung. Sistem peringatan dini (Early Warning System) di kawasan Pasar Badung sempat mengaktifkan status Siaga pada pukul 04.00 WITA dan kembali berbunyi pada pukul 09.26 WITA akibat fluktuasi air yang meningkat hingga 120 cm di atas normal.

Meski demikian, BPBD melaporkan bahwa saat ini kondisi muka air mulai berangsur menurun namun tetap dalam pantauan intensif personel di lapangan.

Data Detail Kejadian Bencana:

  • Banjir: 42 titik.
  • Pohon Tumbang: 23 titik.
  • Tanah Longsor: 5 titik.
  • Senderan/Bangunan Jebol: 5 titik.
  • Angin Puting Beliung: 1 titik.
  • Tanggul Jebol: 1 titik.

Apresiasi Kesadaran Masyarakat: Minim Sampah

Ada catatan positif di tengah bencana kali ini. BPBD Bali mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Pada sebagian besar lokasi terdampak, volume sampah yang menyertai kejadian banjir relatif sangat kecil. Ini membantu meminimalkan dampak genangan,” ungkap pihak BPBD dalam keterangannya.

Imbauan: Waspada Hingga Akhir Februari

Berdasarkan data BMKG, Bali masih berada pada puncak musim hujan hingga akhir Februari 2026. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghindari aktivitas di bantaran sungai saat hujan lebat, dan selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD serta BMKG. (Rls-Kab). 

kabar Lainnya