Gubernur Koster Pastikan Turyapada Tower Jadi Magnet Baru Bali Utara di 2026

Gubernur Koster tinjau proyek Turyapada Tower di Buleleng. Ditargetkan beroperasi akhir 2026 sebagai pusat teknologi dan wisata ikonik Bali Utara.

BULELENG, KABARBALI.ID – Ambisi Pemerintah Provinsi Bali untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Utara semakin nyata.

Gubernur Bali, Wayan Koster, meninjau langsung progres pengerjaan fasilitas pendukung Turyapada Tower Komunikasi Bali Smart 6.0 Kerthi Bali di Desa Amerta Sari, Sukasada, Buleleng, Sabtu (7/2/2026).

Menara yang digadang-gadang menjadi ikon teknologi dan wisata kelas dunia ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026 dan beroperasi penuh di akhir tahun yang sama.

Gondola dengan View “Tiga Danau Kembar”

Salah satu daya tarik utama yang ditinjau Gubernur Koster adalah pengerjaan jalur gondola. Fasilitas ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan wahana wisata yang menjanjikan pengalaman tak terlupakan.

Wisatawan nantinya akan diajak meluncur sembari menikmati panorama epic khas Buleleng: mulai dari laut biru, hutan hijau, hingga keindahan tiga danau legendaris sekaligus, yakni Danau Buyan, Danau Tamblingan, dan Danau Beratan.

“Turyapada Tower ini adalah pengungkit transformasi Bali Utara menuju pusat teknologi, pendidikan, dan konektivitas digital,” tegas Gubernur Koster di sela peninjauannya.

Pembangunan tahap kedua ini tidak hanya fokus pada menara pemancar. Koster memantau detail pembangunan akses jalan dari shortcut, area parkir luas berkapasitas 200 mobil, hingga sentra UMKM.

Tak main-main, interior menara juga akan dilengkapi dengan Ruang Konferensi dan Ballroom mewah. Fasilitas ini diproyeksikan untuk menyambut event-event skala nasional maupun internasional, sehingga Buleleng siap menjadi tuan rumah pertemuan bergengsi dunia.

Target Operasi Akhir 2026

Gubernur yang didampingi Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahadnyana dan jajaran kepala dinas terkait, memastikan seluruh perangkat daerah mendukung penuh percepatan proyek ini.

Kehadiran Turyapada Tower diharapkan mampu memecah ketimpangan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara. Dengan konsep wisata berbasis teknologi dan edukasi, kawasan ini optimistis menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang tetap menjaga kelestarian alam sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. (Rls-Kab).

kabar Lainnya