BADUNG, KABARBALI.ID – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Pemerintah Kabupaten Badung menggelar aksi nyata korve bersih sampah laut secara masif. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, bersama Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, memimpin langsung apel kesiapan di Shelter Kebencanaan Baruna, Pantai Kuta, Minggu (22/2/2026).
“Aksi ini bukan sekadar seremoni,” ujar Bupati Adi Arnawa,
HPSN adalah refleksi penting dari tragedi TPA Leuwigajah 2005 dan menjadi momentum transformasi tata kelola sampah nasional.
Gerakan Indonesia ASRI
Membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, Bupati menjelaskan visi besar Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan ini muncul sebagai strategi akseleratif menghadapi krisis persampahan yang dinilai telah memasuki tahap darurat sistemik.
“Presiden menekankan bahwa pendekatan lama tidak lagi memadai. Dibutuhkan langkah luar biasa, masif, terstruktur, dan berkelanjutan. Perubahan perilaku adalah fondasi utama,” jelasnya.
Aksi Serentak di Pesisir Badung
Aksi bersih-bersih ini tidak hanya terpusat di Kuta. Secara serentak, ribuan personel menyisir sampah di berbagai titik strategis, antara lain:
• Pantai Seminyak (Kudeta), Legian, dan Jerman.
• Pantai Kelan dan Kedonganan.
• Lingkungan Pura Batu Ngaus Cemagi.
• Lingkungan GOR Putra Persada Banjar Angkeb Canging.
Strategi 2026: Lomba Desa & Optimalisasi TPST
Bupati Adi Arnawa membeberkan strategi khusus untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA. Saat ini, Pemkab Badung mengoptimalkan TPST Mengwi dan TPST Padang Seni dengan target residu maksimal hanya 20 persen.
Tak hanya itu, Bupati mengumumkan langkah baru yang lebih kompetitif. “Sebagai penguatan, kami akan menyelenggarakan lomba penanganan sampah mulai 1 Maret 2026. Lomba ini mencakup 62 lokasi dari 46 desa dan 16 kelurahan sebagai instrumen evaluasi kinerja sekaligus edukasi publik,” bebernya.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana dan I Wayan Puspa Negara, unsur Forkopimda, para pimpinan perangkat daerah, pelaku pariwisata, serta pegiat lingkungan. Sinergi ini diharapkan membuktikan bahwa Indonesia ASRI bukan sekadar cita-cita, melainkan realitas yang diwariskan untuk generasi mendatang. (Kri-Kab).