KABARBALI.ID – Bagi masyarakat Hindu di Bali, menentukan hari baik atau dewasa ayu adalah langkah krusial sebelum memulai aktivitas. Berdasarkan perhitungan kalender Bali (Wariga) untuk Sabtu, 24 Januari 2026, terdapat perpaduan energi yang unik antara produktivitas fisik dan pantangan spiritual yang ketat.
Hari ini tercatat sebagai waktu yang sangat produktif bagi mereka yang bergerak di bidang industri kreatif dan konstruksi. Namun, di sisi lain, beberapa pantangan besar muncul untuk urusan ritual keagamaan.
Bagi Anda yang berencana membangun atau memindahkan rumah, hari ini adalah momentum yang tepat. Kehadiran Guntur Umah/Graha memberikan restu bagi pengerjaan fisik hunian. Tak hanya itu, bagi para pengrajin, energi Geni Murub dan Gni Rawana Jejepan sedang berada di puncaknya.
“Ini adalah hari ‘emas’ bagi para pande besi atau pengusaha keramik. Segala pekerjaan yang melibatkan api, seperti membakar bata atau menempa senjata tajam, diprediksi akan berjalan sukses,” tulis rincian dewasa tersebut.
Beberapa aktivitas yang disarankan antara lain:
Membangun atau memindahkan rumah.
Memulai usaha baru (Kala Gotongan).
Menanam tebu dan mentimun.
Membuat benda tajam atau alat penangkap ikan.
Meski berjaya di urusan fisik, Sabtu ini justru menjadi “lampu merah” untuk kegiatan sosial-spiritual. Kehadiran Salah Wadi dan Dina Carik secara tegas melarang pelaksanaan upacara besar, baik itu Manusa Yadnya (pernikahan, potong rambut) maupun Pitra Yadnya (penguburan, ngaben).
Selain itu, bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan jauh, sebaiknya berpikir ulang. Pengaruh Kala Dangu dipercaya kurang baik untuk memulai perjalanan atau pindah tempat.
“Sangat tidak disarankan mengadakan pertemuan penting (rapat) atau melaksanakan upacara suci pada hari ini. Energi Dina Carik membuat hari ini kurang stabil untuk urusan yang bersifat sakral,” ungkap ulasan tersebut.
Ringkasan Paramitha:
Pararasan: Laku Bulan (Memberi keteduhan).
Pancasuda: Bumi Kepetak (Tekun bekerja, namun sering mendapat rintangan).
Ekajalaresi: Manggih Suka (Menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan). (Kab).