KABARBALI.ID– Berdasarkan penanggalan tradisional Bali, Kamis (26/3/2026) merupakan hari yang didominasi oleh elemen api dan pembuatan alat-alat tajam serta bunyi-bunyian. Dalam sistem Ala-Ayuning Dewasa, hari ini dikenal memiliki unsur Geni Murub dan Geni Rawana, yang secara khusus memberikan dampak positif bagi pekerjaan yang berhubungan dengan api dan logam.
Bagi para perajin senjata tajam seperti keris, tombak, hingga taji, hari ini adalah momentum yang sangat tepat (Macekan Agung dan Macekan Lanang). Kekuatan elemen api yang dominan diyakini dapat memberikan energi positif pada benda-benda runcing yang dibuat.
Tak hanya logam, para seniman dan perajin alat musik juga mendapatkan “lampu hijau” dari semesta. Karakter Kala Jengking dan Asuajeg Turun menjadikan hari ini sangat baik untuk mulai belajar menari, menabuh, hingga memproduksi alat bunyi-bunyian seperti gamelan, kentongan, dan genta.
Meski sangat baik untuk urusan pertukangan dan seni, hari ini membawa catatan merah bagi pelaksanaan upacara keagamaan. Karakter Kala Jengking secara tegas melarang pelaksanaan upacara Manusa Yadnya seperti pernikahan (pawiwahan) hingga upacara potong rambut.
“Dina Carik dan Panca Prawani yang jatuh pada hari ini menjadi peringatan bahwa dewasa ini tidak baik dipakai untuk pelaksanaan upacara yang bersifat Ayu (baik/suci),” demikian kutipan dari kearifan lokal penanggalan tersebut.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan renovasi rumah, khususnya pada bagian atap (Geni Murub), serta menghindari aktivitas yang berhubungan langsung dengan pembongkaran tanah seperti membajak atau membuat terowongan karena adanya pengaruh Kala Sor. (Kab).