Ala Ayuning Dewasa 5 Februari 2026: Hari Primadona untuk Bisnis, Namun Hindari Pindah Rumah dan Menikah

KABARBALI.ID – Bagi krama Bali yang hendak memulai usaha atau melakukan pembangunan, Kamis, 5 Februari 2026, bisa menjadi momentum yang tepat. Berdasarkan penanggalan Ala Ayuning Dewasa, hari ini memiliki energi kuat untuk urusan ekonomi, meski di sisi lain terdapat beberapa pantangan sakral yang patut diwaspadai.

Dikutip dari data penanggalan Bali, hari ini masuk dalam kategori Sedana Yoga. Unsur ini diyakini sebagai waktu yang sangat baik untuk membuat alat berdagang, membuka tempat usaha, maupun mulai berjualan.

“Sedana Yoga itu momennya murah rezeki. Kalau mau mulai jualan atau buat tempat dagang, hari ini energinya sangat mendukung agar usaha lancar,” tulis keterangan dalam rincian dewasa tersebut.

Selain urusan dompet, bagi mereka yang bergelut di bidang hukum atau organisasi, munculnya Dauh Ayu menjadi pertanda baik untuk menyusun peraturan, awig-awig, atau undang-undang.

Waspada Pantangan Pernikahan dan Pindah Rumah

Meski cerah untuk urusan bisnis, hari ini justru memberikan sinyal “lampu merah” bagi urusan domestik dan personal. Kehadiran Kala Tampak membuat hari ini tidak dianjurkan untuk melangsungkan upacara perkawinan.

Tak hanya itu, bagi warga yang berencana pindah rumah atau mulai memelihara ternak seperti sapi, babi, hingga ayam, sebaiknya menahan diri. Pasalnya, terdapat unsur Kala Rumpuh yang secara tradisi dianggap kurang baik untuk aktivitas tersebut.

Untuk sektor pembangunan fisik, ada catatan khusus. Hari ini disebut Banyu Urug, yang artinya sangat baik untuk membangun bendungan, namun justru dilarang keras untuk menggali sumur.

Energi Api yang Dominan

Bagi para perajin atau industri yang menggunakan api, hari ini diprediksi akan produktif berkat unsur Geni Rawana dan Kala Kutila. Pekerjaan seperti pandai besi atau yang melibatkan panas api akan berjalan maksimal. Namun ingat, Geni Rawana juga membawa larangan untuk mengatapi rumah atau melakukan upacara melaspas.

Secara umum, masyarakat dihimbau untuk tetap bijak. Mengingat adanya Panca Prawani, disarankan untuk tidak mengambil keputusan besar yang bersifat sangat sakral atau krusial di luar urusan perdagangan. (Kab).

kabar Lainnya