KABARBALI.ID – Berdasarkan perhitungan Ala Ayuning Dewasa, Jumat, 16 Januari 2026, terdapat sejumlah dewasa ayu dan ala yang patut diperhatikan masyarakat Bali sebelum melaksanakan kegiatan adat, sosial, maupun pekerjaan sehari-hari.
Hari ini dipengaruhi oleh Geni Rawana, yang dinilai baik untuk segala pekerjaan yang berkaitan dengan api. Namun dewasa ini tidak baik digunakan untuk mengatapi rumah, melaspas, maupun kegiatan bercocok tanam.
Selain itu, Kala Gumarang Turun memberikan pertanda baik untuk menanam sirih dan tembakau, tetapi tidak dianjurkan untuk pembuatan bibit. Sementara Kala Jangkut dinilai baik untuk membuat pencar, jaring, maupun senjata tradisional.
Pada sisi pertanian, Pepedan menjadi dewasa yang baik untuk membuka lahan baru, namun tidak baik untuk pembuatan peralatan dari besi.
Masyarakat juga diingatkan akan pengaruh Salah Wadi, yang dinyatakan tidak baik untuk pelaksanaan Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, maupun Pitra Yadnya, seperti penguburan, ngaben, nyekah, dan ngasti.
Sebaliknya, dewasa Semut Sedulur membawa energi positif untuk kegiatan sosial. Hari ini dinilai baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, serta membentuk perkumpulan atau organisasi, namun tidak dianjurkan untuk mengubur atau membakar jenazah.
Sementara Tunut Masih dinilai baik untuk melas rare (bayi mulai menetek), melatih ternak bekerja, membentuk organisasi, membuka sekolah atau perguruan, serta kegiatan nelusuk ternak.
Secara keseluruhan, Pararasan hari ini adalah Laku Bintang, dengan Pancasuda Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi Patining Amerta, dan Pratiti Jaramerana, yang menekankan pentingnya kehati-hatian, kebersamaan, serta keseimbangan dalam bertindak.
Ala Ayuning Dewasa menjadi pedoman warisan leluhur Bali agar setiap aktivitas dilakukan selaras dengan alam, waktu, dan nilai-nilai spiritual. (Kab).