Ala Ayuning Dewasa Rabu 14 Januari 2026: Baik Potong Rambut, Tidak Baik Bepergian dan Pindah Rumah

Ala Ayuning Dewasa Rabu 14 Januari 2026: Baik Potong Rambut

KABARBALI.ID – Kalender Bali mencatat Rabu, 14 Januari 2026 memiliki sejumlah ala-ayuning dewasa yang perlu dicermati masyarakat sebelum melakukan aktivitas penting. Berdasarkan perhitungan wariga, hari ini memuat kombinasi dewasa ayu dan dewasa ala yang saling bertemu, sehingga tidak semua kegiatan dianjurkan dilakukan.

Dalam catatan wariga Bali, dewasa Cintamanik dan Kala Atat tergolong baik. Cintamanik dinilai baik untuk upacara potong rambut, sementara Kala Atat baik untuk pekerjaan yang berkaitan dengan tali, anyaman, hingga jerat.

“Cintamanik termasuk dewasa ayu yang sering dipakai untuk potong rambut karena diyakini membawa keharmonisan dan keseimbangan,” demikian keterangan dalam pustaka wariga Bali.

Selain itu, terdapat Banyu Urug, dewasa yang baik untuk membuat bendungan atau penahan air, namun tidak dianjurkan untuk membuat sumur. Sementara Kala Upa dinilai baik untuk mulai mengambil atau memelihara ternak (wewalungan).

Namun demikian, sejumlah dewasa ala juga muncul pada hari ini. Kala Dangu dan Kala Rumpuh menandai hari yang tidak baik untuk memulai pekerjaan baru, pindah tempat, bepergian, maupun pindah rumah. Bahkan, memulai memelihara ternak tertentu seperti ayam, itik, sapi, kambing, hingga babi juga tidak dianjurkan.

“Kala Dangu sering dihindari untuk aktivitas besar karena berpotensi membawa hambatan dan ketidaktentuan,” tulis lontar-lontar wariga yang menjadi rujukan kalender Bali.

Hari ini juga bertepatan dengan Salah Wadi, dewasa ala yang membuat pelaksanaan Manusa Yadnya (seperti wiwaha, mapendes, potong rambut) serta Pitra Yadnya (penguburan, ngaben, nyekah) tidak disarankan.

Sementara itu, Titibuwuk memberi indikasi baik untuk pengobatan niskala, khususnya penyakit yang diyakini berasal dari guna-guna atau gangguan sejenis. Namun, dewasa ini tidak baik untuk memulai pekerjaan penting atau bepergian jauh.

Secara karakter hari, Pararasan Aras Kembang menggambarkan sifat lembut dan mudah disukai, diperkuat Ekajalaresi Kinasihaning Jana yang bermakna dicintai banyak orang. Adapun Pancasuda Sumur Sinaba menandakan potensi rezeki, namun tetap perlu kehati-hatian dalam melangkah. (Kab). 

kabar Lainnya