Anggaran Pusat Mengetat, Bupati Satria Instruksikan Desa Pangkas Acara Seremonial

Bupati Klungkung I Made Satria buka Musrenbangcam 2027

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Bupati Klungkung, I Made Satria, memberikan arahan tegas saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Klungkung Tahun 2027.

Bertempat di Kantor Camat Klungkung, Jumat (27/2/2026), Bupati mewanti-wanti seluruh jajaran perangkat desa untuk tidak main-main dalam mengelola anggaran.

Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 ini dilakukan di bawah bayang-bayang kebijakan pengetatan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat. Kondisi ini menuntut efisiensi tingkat tinggi.

Bupati Satria meminta para pejabat desa dan kecamatan untuk menyisir kembali pos-pos anggaran. Ia menegaskan agar item belanja yang hanya bersifat seremonial dan kurang substansial segera dipangkas.

“Anggaran yang digunakan untuk kegiatan yang kurang prioritas agar dialihkan ke program yang lebih mendesak, seperti penanganan sampah, stunting, dan peningkatan kualitas pelayanan,” tegas Bupati Satria.

Suntikan Rp200 Juta untuk Desa yang Urus Sampah

Sebagai bentuk dukungan konkret, Bupati Satria mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Klungkung telah mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp200.000.000 per desa di tahun 2026.

Namun, ada syaratnya: bantuan ini khusus diberikan bagi desa yang memiliki dan mengoperasikan TPS3R. Langkah ini diambil agar pengelolaan sampah berbasis sumber tidak hanya menjadi jargon, tapi berjalan berkelanjutan. Kabar baiknya, seluruh desa di Kecamatan Klungkung dipastikan menerima kucuran dana ini.

Bedah Rumah hingga Penanganan Stunting Jadi Prioritas

Dalam kesempatan yang sama, Camat Klungkung I Putu Arnawa memaparkan rincian penggunaan Dana Pagu Kecamatan (DPK) tahun 2026 yang mencapai Rp2.000.000.000. Dana jumbo tersebut difokuskan pada empat sektor utama:

1. Kemiskinan (Rp570 Juta): Bedah dan rehabilitasi 19 unit rumah serta 5 unit WC/MCK.

2. Sampah (Rp1,1 Miliar): Pengadaan tungku pembakaran sampah untuk mempercepat pengolahan.

3. Ekonomi (Rp259,5 Juta): Penataan wisata Tirta Suranadi, jalan usaha tani, dan pelatihan UMKM.

4. Stunting (Rp68,2 Juta): Pengadaan alat antropometri dan alat ukur kesehatan anak.

Musrenbangcam ini diharapkan melahirkan perencanaan yang presisi, sehingga setiap rupiah yang keluar dari kas daerah benar-benar kembali manfaatnya kepada masyarakat Klungkung. (Sta-Kab).

kabar Lainnya